TITIKTEMU.CO
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku memiliki kenangan yang penuh emosional pada Masjid Baiturrahman Semarang. Masjid yang terletak di Simpang Lima Kota Semarang ini adalah tempat Ganjar sering menumpang tidur tatkala masih menjadi mahasiswa.
Baca Juga: Hanya 20% Warganya Bepergian Untuk Bekerja, Pantas Kota Semarang Raih PPKM Level 2
Nostalgia kala masih mahasiswa disampaikan Ganjar saat acara groundbreaking renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman Semarang, Kamis (2/9/2021).
"Saya punya hubungan emosional dengan masjid ini. Kira-kira tahun 92 saat saya nulis skripsi, penelitian saya itu di Kaligawe. Saya ingat betul, saya tidak punya saudara di Semarang bingung mau nginep di mana. Akhirnya saya numpang tidur di masjid ini," katanya.
Baca Juga: Tekad Kota Semarang Segera Raih Status PPKM Level 1
Tak hanya itu, saat menjadi ketua panitia kegiatan di kampusnya, Ganjar juga pernah ke Semarang untuk mencari sponsor. Dan tempat yang digunakan untuk numpang tidur adalah Masjid Baiturrahman. Alasannya, kata Ganjar, Nggolek sing ngirit (cari yang hemat).
"Jadi melihat sudut-sudut di masjid ini, saya tidak asing. Hari ini mulai dibangun, mudah-mudahan lebih baik, lebih manfaat dan orang akan ibadah lebih semangat," ucapnya.
Dikatakan, anggaran Rp84 miliar telah digelontorkan pemerintah untuk melakukan renovasi dan penataan di kawasan masjid itu. Renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman ini lanjut Ganjar memang sudah direncanakan lama. Saat kunjungan Presiden Joko Widodo waktu itu di Semarang, rencana itu sudah dibahas.
Baca Juga: Semarang Kini Berstatus PPKM Level 2, Kegiatan Car Free Day Akan Kembali Dibuka?
"Harapan kita Masjid Baiturrahman ini akan jadi salah satu icon dari area Simpanglima. Tadi sudah dijelaskan konsepnya, designnya menurut saya bagus banget. Di depan ini ada kolam air, menara diperbaiki dan struktur masjid dikuatkan. Parkir ditata dan kapasitasnya ditingkatkan karena ada basement. Pasti dijamin lebih cantik. Gelegernya dilihat pasti lebih wah, lebih adem lihatnya," pungkasnya seperti tertulis dalam website resmi Pemprov Jateng www.jatengprov.go.id
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Didiet Arief Akhdiat mengatakan, renovasi dan penataan Masjid Baiturrahman dianggarkan Rp84 miliar. Pembangunan ditargetkan selesai pada Agustus 2022 mendatang.
"Pekerjaan meliputi beberapa aspek, seperti penguatan struktur masjid, penguatan struktur menara, penataan bagian depan masjid, perbaikan interior masjid, pembangunan gedung MUI, basement parkir, perbaikan sekolah dan lainnya," ucapnya. (ewa)***