joglosemar

Meski Tanpa Gunungan dan Arak-arakan, Keraton Yogyakarta Bagikan Rengginang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:25 WIB
Ilustrasi Ubarampe Renginang yang dibagikan kepada abdi dalem dan warga sekitar Kraton Jogja (@kratonjogja)

Sementara itu, Gamelan Sekati yang biasanya dikeluarkan dari keraton dan ditempatkan di Pagongan Masjid Gedhe untuk dibunyikan selama satu minggu, saat ini tidak dilakukan.

Baca Juga: Liga Champions: Gol Tunggal Gerard Pique Menangkan Barcelona Melawan Dynamo Kiev

“Miyos Gangsa (keluarnya Gamelan Sekati dari keraton ke pagongan) dan Kondur Gangsa (kembalinya Gamelan Sekati dari pagongan ke keraton) termasuk udhik-udhik, tidak dilakukan, sama seperti tahun lalu,” imbuh putri kedua Ngarsa Dalem ini.

Meski arak-arakan gunungan dan prajurit ditiadakan, lanjut GKR Condrokirono, esensi dari pelaksanaan Garebeg tidaklah hilang yaitu sebagai perwujudan rasa syukur dari raja atas melimpahnya hasil bumi yang dibagikan kepada rakyatnya.

“Hal ini bentuk konsistensi keraton dalam melestarikan budaya di berbagai situasi,” tegasnya.***

 

Halaman:

Tags

Terkini