joglosemar

Gelandangan dan Orang Telantar di Semarang Naik Pesat Akibat Pandemi Covid-19

Selasa, 12 Oktober 2021 | 18:49 WIB
Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto Ungkap Meningkatnya Jumlah Pengemis, Gelandangan dan Orang Telantar (PGOT) di Kota Semarang Sebagai Dampak Pandemi Covid-19 ( Foto : semarangkota.go.id)




 

 

TITIKTEMU.CO, Semarang  -   Tak hanya berdampak pada masalah ekonomi, pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 lalu, juga menyebabkan naiknya jumlah Pengemis, Gelandangan dan Orang Telantar (PGOT). 

Naiknya jumlah PGOT juga terjadi di kota Semarang, Jawa Tengah, sehingga  razia yang digelar petugas, selalu menjaring PGOT di Kota Semarang. 

Alhasil, selama pandemi Covid-19, PGOT yang sudah terjaring mencapai 300 orang.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, PGOT yang terjaring itu, jumlahnya meningkat dibanding sebelum masa pandemi Covid-19. 

"Trennya terus naik sejak pandemic Covid-19. Makanya, kita tidak henti-hentinya melakukan razia, agar PGOT terus berkurang," kata Fajar. 

Baca Juga: Membuat Resah Masyarakat, Polresta Solo Musnahkan Ribuan Knalpot Brong

Saat menggelar razia PGOT, Satpol PP melibatkan dinas terkait dan Kepolisian. Hal itu dilakukan agar razia lebih efektif dan bisa memberikan efek jera.

Sejumlah lokasi yang menjadi rawan PGOT terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Modus PGOT pun bermacam-macam. Yang baru adalah manusia silver.

"PGOT banyak ditemui di sekitar daerah Jrakah, Kawasan Kota Lama, Jalan Majapahit, ADA Banyumanik, Kaligarang, Kampung Kali dan jalan protokol lainnya," jelas Fajar menambahkan.

Pemkot Kota Semarang terbilang rajin menggelar razia PGOT. Kegiatan razia, salah satunya selalu dilakukan pada bulan puasa dan menjelang datangnya lebaran.

Sebut saja pada momen jelang lebaran tahun 2020 lalu. Untuk mencegah maraknya pengemis dadakan dan pengamen, Satpol PP Kota Semarang menggelar razia dengan sasaran PGOT.

Baca Juga: Akun IG Pemkot Solo Diretas, Gibran: Hacker Gunakan Bahasa Game

Halaman:

Tags

Terkini