TITIKTEMU.CO, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mensyaratkan testing bagi sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya siswa yang terpapar Covid-19 saat mengikuti PTM. Testing juga untuk mencegah munculnya klaster di sekolah.
Sebelumnya, Gubernur menerima laporan 90 siswa SMP Negeri Mrebet, Purbalingga, yang positif Covid-19 saat akan mengikuti PTM.
Baca Juga: Muncul Klaster Baru Covid-19 Usai PTM, Gubernur Ganjar Minta Kemenag Tutup Sebuah Madrasah di Jepara
Hal itu diketahui pasca pihak sekolah dan Dinkes setempat menggelar rapid test antigen. Terkait kejadian itu, Ganjar langsung meminta Bupati Purbalingga menghentikan PTM.
“Untuk Purbalingga, saya sudah telepon Bupati, saya minta untuk ditutup. Yang di Jepara juga saya minta langsung tutup,” kata Gubernur, Selasa (21/9/2021).
Mengacu pada kasus Purbalingga dan Jepara, Ganjar meminta kesiapan sekolah sebelum menyelenggarakan PTM.
Baca Juga: 40 Siswa dari 8 Sekolah di Blora Positif Covid, Kadinkes : Bukan Klaster PTM
Jika belum siap, kata Ganjar, pihak sekolah harus jujur. Pemprov Jateng akan mendampingi sampai sekolah benar-benar siap.
“(Sekolah) yang belum siap, tidak usah mengaku siap. Kalau belum siap kami akan dampingi biar siap," katanya.
Gubernur menyampaikan saat ini tidak ada daerah di Jawa Tengah yang berada di PPKM level 4. Kabupaten Brebes yang pekan lalu berstatus level 4 sudah turun menjadi level 3.
“Tapi jangan terus lengah. Protokol kesehatan itu wajib. Juga soal PTN itu, harus disiap testingnya. Kalau perlu sekali-kali di-random test,” tegas Ganjar. ***