TITIKTEMU.CO, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ditagih netizen terkait janjinya yang membebaskan seragam bagi siswa di masa pembelajaran tatap muka (PTM).
Netizen itu baru menyadari setelah dua tahun belajar daring akibat pandemi Covid-19, ternyata seragam sekolah sudah tidak layak pakai lantaran kekecilan.
“Pa Ganjar, soal berita di internet bahwa siswa tidak di wajibkan berseragam niku tenan nopo mboten gih?” tanya Adi, dalam komentar di akun instagram @ganjarpranowo.
Baca Juga: Siswa PTM Harus Berseragam? Ganjar : Yang Penting Sekolah, Nggak Pakai Seragam Nggak Masalah
Adi menanyakan kebijakan gubernur yang akhir Agustus lalu. Saat itu, Ganjar mengingatkan semua lembaga pendidikan di bawah kewenangan Pemprov Jateng untuk tidak memaksakan siswa berseragam saat mengikuti proses pembelajaran tatap muka (PTM).
Kata gubernur, pandemi Covid-19 berdampak pada banyak hal, termasuk kondisi ekonomi masyarakat. Tidak semua orang tua siswa mampu membeli seragam.
“Sekolah tidak usah memaksakan! Kemarin sudah ada yang melapor ke saya kejadian itu di SMK mana saya lupa.
Itu gurunya sudah mewajibkan seragamnya ini banyak banget gitu. Kasihan. Terutama kalau orangtua siswa tidak mampu,” kata Ganjar, Selasa (31/8/2021).
Pertanyaan Adi tersebut disambut netizen lain yang memiliki kasus sama.
“Sama bun.... persis spt bunda. Stlh 2 tahun gak masuk sekolah anakku... hari pertama masuk sekolah baju kekecilan semua...
Baca Juga: Tinjau Sekolah di Yogyakarta, Nadiem Makarim: Roh Pendidikan itu Pembelajaran Tatap Muka
Haduuhhh hrs mikir beli seragam dan peralatan sklh yg lainnya,” ungkap @khailendratjuana's
“Iya kan... Mana lumayan mahal jg seragam nya, dadakan jg pemberitahuan masuk sekolah nya????,” timpal @anink_ks.