TITIKTEMU.CO
SOLO, JAWA TENGAH - Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Solo Toya Wening menghentikan sementara pengolahan air aliran Sungai Bengawan Solo karena tercemar limbah ciu.
Ciu adalah minuman beralkohol khas Bekonang, Sukoharjo, yang dihasilkan dari proses fermentasi tetes tebu. Rumah-rumah industri pengolahan ciu banyak terdapat di Bekonang yang lokasinya berada di sekitar aliran sungai.
Baca Juga: Mahasiswa UGM Ciptakan Tempat Sampah Penghancur Limbah Masker Medis yang Ramah Lingkungan
Dirut PDAM Solo, Agustan, menjelaskan penghentian pengolahan air Sungai Bengawan Solo menjadi air bersih itu dilakukan sejak pukul 06.00WIB sampai waktu yang belum ditentukan. Langkah itu dilakukan PDAM karena air tidak layak untuk diolah, baik dari sisi warna maupun bau.
“Untuk sementara pengambilan air dari Bengawan Solo dihentikan sampai nanti menunggu hasil observasi. Air seperti ini tidak bisa diolah,” ujar Agustan saat berada di lokasi pengelolaan air bengawan, Semanggi, Kamis, (9/9/2021).
Menurut Agustan, pencemaran air terjadi dari bagian hulu, tepatnya di pertemuan Kali Samin yang banyak buangan limbah industri pengolahan alkohol ciu. Dari sampel yang diambil, air limbah berbau alkohol, warna keruh, dan mengakibatkan kulit gata-gatal.
“Air seperti ini kan tidak layak diolah. Kalau kita paksakan ya kasihan pelanggan air PDAM. Kami saat ini menggunakan cadangan air di reservoir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Meski pengolahan dihentikan, cadangan air masih cukup,” ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa FISIP UNS Solo, Juara Kompetisi Poster Nasional
Terkait penanganan yang akan dilakukan PDAM agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi, Agustan mengatakan rencana jangka panjang pengambilan air akan dialihkan lokasinya. Saat ini PDAM masih melakukan studi kelayakan di beberapa titik aliran.
“Kalau tidak ganti lokasi ya akan begini terus. Kalau musim hujan nggak begitu masalah karena sungai penuh dan aliran deras” ujar dia
Dari pantauan Titiktemu.co, aliran Sungai Bengawan Solo di sekitar Kali Samin terlihat hitam pekat dan kotor. Ikan-ikan juga terlihat mengambang di permukaan pinggiran sungai, diduga karena air sungai mengandung ciu.***