TITIKTEMU.CO, JEPANG - Mantan perdana menteri Jepang Shinzo Abe berada dalam "keadaan henti jantung" setelah pingsan saat berpidato. Abe diduga ditembak oleh orang tak dikenal.
Laporan awal, seperti dilansir theguardion.com, mengatakan suara tembakan terdengar, tak lama sebelum dia jatuh ke tanah.
NHK, penyiar publik Jepang, mengatakan Abe - perdana menteri terlama di negara itu sampai dia mengundurkan diri pada 2020 - tampak berdarah di dada setelah ditembak dari belakang dengan senapan pada Jumat pagi.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2022 tahap 2 Sudah Dibuka. Tenggat 5 Agustus 2022. Simak Cara Daftarnya di Sini.
NHK mengatakan seorang pria berusia 40-an telah ditahan tetapi belum ada rincian lebih lanjut mengenai status pria yang ditahan tersebut.
Seorang saksi serangan mengatakan kepada penyiar bahwa tembakan pertama menyebabkan Abe tersandung ke belakang. Saksi itu menambahkan bahwa Abe jatuh ke tanah setelah tembakan kedua.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Jangan Ada Lagi Kota di Ukraina yang Rusak Akibat Perang
Rekaman video amatir menunjukkan ajudan Abe bergegas ke arahnya saat asap memenuhi udara di belakangnya. Namun klip video tidak menunjukkan saat dia jatuh.
Orang-orang bersenjata yang dicurigai dilaporkan tidak berusaha melarikan diri dan ditahan di tempat kejadian.
Baca Juga: 'SUATU HARI DI UKRAINA' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Abe, kemudian diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter. Ia berada di kota Nara untuk menyampaikan pidato kampanye menjelang pemilihan majelis tinggi hari Minggu ini.***