TITIKTEMU.CO, New York - Kepemilikan senjata nuklir oleh sejumlah negara, dinilai masih menjadi permasalahan serius oleh dunia.
Desakan untuk adanya perlucutan senjata nuklir bahkan diserukan oleh banyak pihak, termasuk Indonesia yang berpandangan pandemi COVID-19 tidak boleh membiarkan masyarakat internasional kehilangan fokus pada isu yang amat penting ini.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Rapat Paripurna Tingkat Tinggi pada Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir, dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-76, Selasa, 28 September 2021, di New York, Amerika Serikat, mengatakan, Indonesia turut mendesak untuk adanya pemusnahan senjata nuklir.
Baca Juga: Sembuh dari Kanker Limfoma Stadium 4, Ini Kata Mark Hoppus
“Pemusnahan senjata nuklir adalah satu-satunya cara untuk melindungi penghuni dan masa depan bumi ini,” ungkap Menlu RI dalam keterangan persnya, Kamis, 30 September 2021.
Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir yang mulai berlaku pada tahun ini, merupakan bagian penting memperkuat arsitektur perlucutan senjata nuklir.
“Pemberlakukan Treaty for the Prohibition of Nuclear Weapons tahun ini merupakan tonggak sejarah yang sangat penting. Traktat ini memberikan kerangka hukum untuk mendelegitimasi senjata nuklir. Dan saya tegaskan kalau dunia tidak akan mendapatkan manfaat dari keberadaan senjata nuklir,” papar Retno Marsudi.
Baca Juga: Pelaksanaan PTM Terbatas di Pesantren Butuh Dukungan Banyak Pihak
Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir merupakan sebuah perjanjian internasional yang mengatur tentang pelarangan senjata nuklir, dengan tujuan akhir perlucutan total senjata tersebut.
Perjanjian ini diadopsi pada 7 Juli 2017, mulai dibuka untuk penandatanganan pada 20 September 2017, dan mulai berlaku dengan kekuatan hukum tetap pada 22 Januari 2021.
Dijelaskan Menlu RI kepemilikan senjata nuklir oleh sejumlah negara yang masih menjadi ancaman dunia, juga disebabkan hingga saat ini setidaknya terdapat belasan ribu senjata nuklir.
Baca Juga: Duh, Windows 11 Belum Bisa Mengakses Aplikasi Android di Desktop. Kenapa?
“Harapan dunia untuk terbebas dari ancaman nuklir masih elusif. Dan, hingga saat ini kita lihat masih terdapat 13.000 (tiga belas ribu) senjata nuklir yang menjadi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan dunia. Dan dunia tidak akan pernah merasa aman sampai seluruh senjata tersebut dimusnahkan,” terang Menlu RI.
Indonesia mendorong seluruh negara untuk berkomitmen menjalankan berbagai hal, guna mewujudkan rasa aman tanpa senjata nuklir.