Pada paruh pertama tahun fiskal 2026 saja, tercatat 6.288 kapal telah melintas di Terusan Panama.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan betapa jalur ini tetap menjadi pilihan utama dalam perdagangan internasional.
Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Freelancer dan Gig Worker agar Tetap Stabil di Penghasilan Tidak Pasti
Geopolitik dan Logistik Global Semakin Terhubung
Lonjakan tarif transit hingga puluhan miliar rupiah di Terusan Panama menunjukkan bahwa geopolitik dan logistik global kini saling terhubung lebih erat dari sebelumnya.
Ketika satu jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu, efeknya bisa menjalar ke jalur perdagangan lain di belahan dunia yang berbeda.
Bagi pelaku industri pelayaran dan energi, situasi ini menjadi pengingat bahwa stabilitas geopolitik tetap menjadi faktor penting dalam menentukan kelancaran perdagangan internasional.***