internasional

Dampak Krisis Selat Hormuz: Tarif Melintas di Terusan Panama Tembus Rp 68 Miliar!

Minggu, 26 April 2026 | 21:05 WIB
Ilustrasi tarif melintas Terusan Panama melonjak hingga Rp 68 miliar. (Pinterest )

Lonjakan biaya tersebut tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik setelah operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.

Konflik tersebut memicu penutupan atau blokade di Selat Hormuz, salah satu jalur laut paling strategis di dunia.

Selat sempit ini selama ini menjadi rute utama bagi sekitar seperlima ekspor minyak dan gas global yang berasal dari negara-negara kawasan Teluk.

Ketika jalur tersebut terganggu, perusahaan energi dan negara-negara konsumen harus mencari rute alternatif yang lebih aman, meskipun lebih mahal atau lebih jauh.

Baca Juga: Dokter Mulai Minta Data Smartwatch Pasiennya, Ini Revolusi Diam-Diam yang Mengubah Cara Dunia Medis Bekerja di 2026

Pergeseran Rute Perdagangan Energi Dunia

Kondisi tersebut membuat sejumlah kilang energi di Asia mengubah strategi pasokan mereka.

Alih-alih bergantung pada pasokan dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz, beberapa perusahaan kini beralih membeli minyak dan gas dari Amerika Serikat.

Pengiriman energi dari Amerika menuju Asia sebagian besar harus melewati Terusan Panama agar perjalanan lebih cepat dibandingkan memutar melalui jalur lain.

Akibatnya, volume lalu lintas kapal di jalur air tersebut meningkat cukup signifikan.

Data resmi menunjukkan bahwa rata-rata 34 kapal melintas per hari pada Januari 2026, lalu meningkat menjadi 37 kapal per hari pada Maret, bahkan pada hari tertentu jumlahnya melampaui 40 kapal.

Peran Vital Terusan Panama dalam Perdagangan Dunia

Terusan Panama memang memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem logistik global.

Jalur ini menghubungkan kawasan Pantai Timur Amerika Serikat dengan pasar Asia seperti China, Korea Selatan, dan Jepang, sehingga menjadi penghubung penting antara dua pusat ekonomi besar dunia.

Secara keseluruhan, sekitar 5 persen perdagangan maritim global melintasi kanal ini setiap tahunnya.

Halaman:

Tags

Terkini