Fenomena ini menunjukkan bahwa seni jalanan bisa menjadi medium komunikasi yang kuat. Tidak hanya mempercantik ruang publik, tetapi juga menyampaikan pesan sosial dengan cara yang kreatif dan mudah dipahami.
Zebra cross Pac-Man di Tebet menjadi contoh bagaimana kreativitas warga bisa mengisi “kekosongan” sekaligus menyuarakan kebutuhan yang belum terpenuhi.
Zebra cross unik di Tebet bukan sekadar karya seni, melainkan simbol keresahan warga terhadap fasilitas publik yang terabaikan.
Di balik visualnya yang menarik, tersimpan pesan penting tentang keselamatan dan perhatian terhadap pejalan kaki.
Kini, publik menunggu—apakah pemerintah akan merespons lebih cepat, atau justru karya kreatif seperti ini akan terus bermunculan sebagai bentuk “pengingat”?***