Pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta akhirnya memberikan tanggapan.
Zebra cross yang hilang memang tertutup aspal akibat pekerjaan pengaspalan sebelumnya.
Namun, menurut pihak terkait, marka jalan baru baru bisa dibuat setelah kondisi aspal benar-benar matang dan stabil.
Rencana pengecatan ulang zebra cross pun sudah masuk agenda tahun ini.
Baca Juga: Ekspresikan Dirimu Tanpa Batas: Tren Self Expression 2026 yang Mengubah Cara Kita Hidup
Reaksi Warga: Antara Apresiasi dan Kekhawatiran
Kemunculan zebra cross bergaya Pac-Man ini memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.
Sebagian warga merasa:
- Desainnya unik dan menarik
- Memberikan sentuhan seni di ruang publik
- Lebih mencolok dibanding zebra cross biasa
Namun, ada juga yang mengkhawatirkan:
- Bisa mengganggu fokus pengendara
- Kurang sesuai dengan fungsi utama marka jalan
- Tidak terlalu membantu dari sisi keselamatan
Baca Juga: Bisnis Sepi Pembeli? Jangan Panik, Ini Strategi Efektif yang Terbukti Bisa Meningkatkan Penjualan
Perspektif Pejalan Kaki dan Pengendara
Bagi pejalan kaki, keberadaan zebra cross tetap penting, terlepas dari desainnya.
Namun, kondisi jalan yang ramai membuat sebagian orang tetap ragu untuk menyeberang di lokasi tersebut.
Di sisi lain, pengendara justru cenderung santai. Banyak yang menilai gambar tersebut tetap terlihat jelas dan tidak terlalu mengganggu konsentrasi saat berkendara.
Seni Jalanan Jadi Suara Publik