Berikut daftar negara yang diizinkan:
- Pakistan
- India
- Turkiye
- China
- Perancis
- Italia
Pakistan menjadi salah satu negara yang kapalnya telah berhasil melintas dengan aman.
India juga mendapatkan pengecualian, di mana beberapa kapal tanker energi mereka berhasil melewati jalur tersebut.
Turkiye memperoleh izin untuk salah satu kapalnya, sementara kapal lainnya masih menunggu keputusan.
China, yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah, juga tengah melakukan negosiasi intensif dengan Iran.
Sementara itu, Perancis dan Italia dilaporkan masih dalam tahap komunikasi untuk mendapatkan akses serupa.
Baca Juga: Mudik 2026 Tanpa Drama: Rahasia Perjalanan Aman, Nyaman, dan Penuh Berkah
Klarifikasi soal Kapal Indonesia
Di tengah berbagai kabar yang beredar, muncul informasi bahwa kapal milik Indonesia, khususnya dari Pertamina, diizinkan melintasi Selat Hormuz.
Namun, pihak Pertamina membantah informasi tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak ada kapal Indonesia yang mendapat izin khusus untuk melintasi jalur tersebut.
Beberapa kapal Indonesia bahkan berada di luar jalur konflik atau telah menjauh dari kawasan tersebut demi keamanan.
Selat Hormuz Jadi Simbol Ketegangan Global
Situasi ini menunjukkan bahwa Selat Hormuz bukan sekadar jalur pelayaran biasa, melainkan titik strategis yang mencerminkan dinamika politik global.
Keputusan Iran membuka akses terbatas bukan hanya soal logistik, tetapi juga bagian dari strategi diplomasi dan tekanan internasional.
Dalam kondisi seperti ini, dunia terus memantau perkembangan di Selat Hormuz karena dampaknya bisa langsung terasa pada ekonomi global.***