Iran Bantah Klaim Kemenangan AS
Pernyataan Pezeshkian sekaligus menanggapi klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memenangkan pertempuran melawan Iran.
Trump mengungkapkan pernyataan itu Rabu 11 Maret. Meski begitu, dia juga menegaskan bahwa pengerahan pasukan militer AS masih akan terus berlangsung hingga seluruh misi dianggap selesai.
Namun, pernyataan terbaru dari Teheran menunjukkan bahwa konflik masih jauh dari kata selesai. Iran menilai situasi di kawasan Teluk masih sangat tegang dan berpotensi memicu eskalasi yang lebih luas.
Baca Juga: Peta Konflik Timur Tengah Memanas, Ini Dampak Perang AS–Israel vs Iran di Negara Teluk
Konflik Meluas di Kawasan Teluk
Pertempuran antara Iran dan koalisi AS-Israel kini telah berlangsung selama hampir dua minggu dan berdampak besar terhadap stabilitas kawasan Teluk.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah insiden keamanan dilaporkan terjadi di perairan sekitar Uni Emirat Arab. Sebuah kapal kontainer dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena proyektil.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kapal tersebut sempat terbakar akibat serangan tersebut.
Situasi juga masih tidak menentu di jalur strategis Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia.
Tiga awak kapal asal Thailand dilaporkan masih terjebak di kawasan tersebut setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami tabrakan di jalur pelayaran.
Ketidakpastian keamanan di Selat Hormuz juga berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak mentah Brent Crude Oil dilaporkan melonjak hingga menembus USD100 per barel.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Investor Disarankan Diversifikasi Aset Safe Haven
Serangan Dilaporkan di Beberapa Negara Teluk
Beberapa negara di kawasan Teluk juga melaporkan adanya serangan yang diduga berasal dari Iran. Pemerintah Bahrain mengungkapkan upaya serangan terhadap tangki bahan bakar di wilayah Muharraq.