Sebagai Pemimpin Agung, ia memegang otoritas tertinggi negara, termasuk:
- Panglima tertinggi angkatan bersenjata
- Penentu arah kebijakan luar negeri
- Pengangkat kepala peradilan dan pejabat penting negara
Pengawas Dewan Garda
Posisi ini membuatnya menjadi figur paling berpengaruh dalam sistem politik Iran.
Kebijakan dan Pengaruh Regional
Di bawah kepemimpinannya, Iran memperluas pengaruhnya di Timur Tengah melalui jaringan aliansi yang sering disebut sebagai “Poros Perlawanan”. Strategi ini bertujuan memperkuat posisi Iran dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
Namun, kebijakannya juga memicu ketegangan internasional, terutama terkait program nuklir Iran. Negosiasi dengan Barat kerap berlangsung alot dan diwarnai sanksi ekonomi yang berdampak besar pada kondisi domestik.
Baca Juga: HP yang Awet Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Smartphone Tahan Lama 2026 Lengkap dengan Harga Terjangkau
Kontroversi dan Kritik
Di dalam negeri, Khamenei kerap dikritik atas respons keras terhadap demonstrasi dan protes publik. Sejumlah peristiwa penindakan aparat keamanan menjadi sorotan media internasional.
Meski demikian, pendukungnya memandangnya sebagai simbol keteguhan ideologi dan penjaga nilai-nilai Revolusi Islam.
Warisan Politik
Selama 37 tahun kepemimpinannya, Ali Khamenei menjadi arsitek utama arah politik dan keamanan Iran modern. Ia meninggalkan warisan panjang yang memengaruhi dinamika regional maupun global.
Sebagai tokoh yang memimpin Iran dalam periode penuh gejolak, namanya akan selalu tercatat dalam sejarah politik Timur Tengah sebagai salah satu figur paling berpengaruh dan kontroversial di abad ke-21.***