Sugiono menjelaskan bahwa Prabowo dan Trump memang memiliki hubungan personal yang sudah terjalin cukup lama.
“Dua-duanya juga teman baik, jadi kalau berbicara secara santai atau pribadi itu wajar,” ujarnya.
Ia juga menyebut, selama pertemuan KTT di Sharm El Sheikh, Presiden Prabowo aktif berdialog dengan sejumlah pemimpin dunia lainnya.
Baca Juga: Cak Imin Bela Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN: “Kalau 1.900 Santri Belajar di Mana?”
Proyek Trump Organization di Indonesia
Nama Eric Trump yang disebut dalam rekaman turut mengaitkan isu ini dengan bisnis keluarga Trump di Indonesia.
Trump Organization diketahui memiliki proyek properti dan klub golf di kawasan Bogor serta sejumlah investasi digital di Asia.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi bahwa percakapan Prabowo-Trump berkaitan dengan proyek tersebut.
“Saya tidak tahu isi detail pembicaraannya. Bisa saja membahas banyak hal, tidak selalu soal bisnis. Kalau ada hal penting, pasti Presiden memberi tahu,” kata Sugiono menambahkan.
Kemenlu Minta Publik Tidak Bersuara Berlebihan
Kemenlu RI mengimbau publik untuk tidak membesar-besarkan isu mikrofon bocor tersebut.
Sugiono menegaskan, komunikasi antar kepala negara sering kali mencakup pembicaraan pribadi yang tidak perlu dipublikasikan.
“Ada hal-hal yang bersifat non-formal, dan itu wajar dalam hubungan diplomatik,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika ada hal yang terkait kepentingan negara, pihaknya tentu akan mendapat laporan resmi.