Para pengorganisir memperkirakan flotilla akan tiba di Gaza dalam waktu empat hari.
Baca Juga: Drama Laut Mediterania: Perjuangan Wanda Hamidah Bertahan Demi Misi Kemanusiaan ke Gaza
Eropa Ikut Bergerak, tapi dengan Batasan
Italia dan Spanyol mengerahkan kapal angkatan laut, namun sebatas untuk bantuan darurat jika ada kondisi kemanusiaan.
Mereka menegaskan tidak akan melakukan intervensi militer.
Sementara Yunani terus memantau perjalanan armada selama berada di wilayah tanggung jawab penyelamatannya.
Italia bahkan sempat menyarankan agar bantuan dialihkan ke Siprus, lalu disalurkan ke Gaza melalui Gereja Katolik.
Namun, ide ini ditolak oleh flotilla karena dianggap menjauhkan misi dari tujuannya: langsung sampai ke rakyat Gaza.
Bayang-Bayang Respons Israel
Ketegangan makin terasa karena Israel telah berulang kali menegaskan akan mencegah kapal-kapal tersebut mencapai Gaza.
“Israel sudah beberapa kali menunjukkan tidak punya garis merah. Kami khawatir, tapi tetap akan menjaga aksi damai,” ujar Benedetta Scuderi, anggota Parlemen Eropa asal Italia yang ikut berlayar.
Meski Israel bungkam soal insiden drone pekan lalu, media Italia melaporkan Presiden Isaac Herzog menjanjikan kepada duta besar Italia bahwa Israel tidak akan menggunakan kekuatan mematikan terhadap peserta flotilla.
Namun, janji itu belum bisa dipastikan kebenarannya.
Gaza: Krisis yang Belum Usai
Latar belakang misi ini adalah tragedi panjang. Sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 orang lainnya, Israel melancarkan ofensif besar-besaran ke Gaza.