Selain menghadiri KTT, delegasi Indonesia juga dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan beberapa negara anggota PBB untuk membangun dukungan lebih luas terhadap pengakuan Palestina.
Tanggung Jawab Sejarah Dunia
Menurut Presiden Prabowo, dunia tidak bisa lagi berpaling dari tragedi yang terus terjadi di Gaza. Menunda pengakuan Palestina berarti membiarkan ketidakadilan terus berlangsung.
Prabowo menyebut pengakuan Palestina merupakan tanggung jawab sejarah yang menentukan wajah peradaban umat manusia di masa depan.
“Kita tidak boleh membiarkan kebencian dan kekerasan menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Harapan Baru dari Panggung Internasional
Pernyataan Prabowo di PBB disambut positif oleh berbagai kalangan di dalam negeri. Banyak pihak menilai keberanian Presiden menyuarakan isu Palestina semakin menegaskan posisi dan komitmen Indonesia pada keadilan global.
Langkah ini juga dipandang sebagai sinyal bahwa Indonesia siap memainkan peran lebih strategis dalam isu-isu internasional, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga di Timur Tengah dan forum global.
Dengan mengangkat isu Palestina di panggung dunia, Prabowo mengirim pesan kuat bahwa kemerdekaan Palestina bukan hanya kepentingan satu bangsa, melainkan kepentingan kemanusiaan universal.***