Indonesia, menurut Prabowo, siap mengambil peran lebih aktif dalam proses perdamaian. Ia menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik bila diperlukan.
“Wujudkan perdamaian segera. Kita membutuhkan perdamaian,” tutupnya dalam pidato di hadapan para pemimpin dunia.
Sikap tegas Indonesia ini memperkuat posisi Tanah Air sebagai salah satu negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sejak era Presiden Soekarno.
Dukungan Indonesia ini juga selaras dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, namun berpihak pada kemanusiaan dan perdamaian global.
Baca Juga: Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal Resmi Akui Palestina Sebagai Negara Berdaulat
Dukungan Dunia di Forum PBB
KTT Solusi Dua Negara di New York dihadiri sebanyak 33 pemimpin delegasi, termasuk perwakilan dari Uni Eropa dan Liga Arab.
Forum ini menjadi ajang penting bagi komunitas internasional untuk menyamakan visi dalam mendorong terciptanya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Sejumlah negara menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan penyelesaian konflik Israel-Palestina.
Namun, tantangan besar masih menghadang, terutama karena perbedaan sikap politik di antara negara-negara besar yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB.
Meski begitu, kehadiran dan pernyataan tegas dari negara-negara berkembang seperti Indonesia memberi warna baru dalam diplomasi internasional.
Kehadiran Prabowo menunjukkan bahwa isu Palestina tetap menjadi perhatian negara-negara Selatan Global, yang melihat kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari perjuangan melawan kolonialisme dan ketidakadilan.
Baca Juga: Kanada Akan Akui Kedaulatan Palestina di Sidang Umum PBB 2025, Ikuti Langkah Prancis dan Inggris
Delegasi Indonesia di New York
Dalam forum tersebut, Prabowo didampingi Menlu Sugiono, Sekab Teddy Indra Wijaya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menham Natalius Pigai, dan Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi.