Paus Fransiskus dikenal luas sebagai pembaharu dalam tubuh Gereja Katolik.
Ia mendorong transparansi finansial, reformasi dalam penanganan kasus pelecehan seksual, serta membawa pendekatan yang lebih terbuka terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan.
Dengan lebih dari 80% kardinal dalam konklaf berasal dari penunjukannya, pengaruhnya terhadap arah Gereja di masa depan tetap kuat.
Namun, siapa pun yang terpilih nantinya tetap membawa harapan baru bagi 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Dunia kini menanti sosok yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Gereja Katolik setelah kepergian Paus Fransiskus.***