internasional

Nego Dagang RI ke AS: Airlangga Dorong Impor Energi dan Gandum demi Atasi Tarif Balasan

Sabtu, 19 April 2025 | 06:00 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto (Instagram/@airlanggahartarto.official dan @potus)

TITIKTEMU.CO - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia tengah menjalani proses negosiasi dengan Amerika Serikat terkait kebijakan tarif resiprokal sebesar 32% yang dikenakan terhadap sejumlah produk ekspor RI.

Proses negosiasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan ke depan dengan berbagai pertemuan antara delegasi Indonesia dan pejabat AS.

Baca Juga: Donald Trump vs Xi Jinping: Perang Dagang AS-China 2025 Memanas, Tarif Naik dan Kesepakatan Belum Jelas

Indonesia Termasuk Negara Pertama yang Diterima AS

Dalam konferensi pers virtual pada Jumat (18 April 2025), Airlangga menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang mendapat sambutan dari pemerintah AS.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya, AS telah lebih dulu berdialog dengan Vietnam, Jepang, dan Italia.

Dari hasil pembicaraan, Indonesia merupakan salah satu negara yang diterima lebih awal,” ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Ini Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah RI

Strategi Dagang: Tambah Impor untuk Seimbangkan Neraca

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia tidak datang hanya untuk meminta penurunan tarif, tetapi juga menawarkan solusi untuk menyeimbangkan neraca dagang.

Salah satu pendekatannya adalah dengan meningkatkan impor dari AS.

Langkah ini termasuk pembelian lebih besar terhadap energi seperti LPG, minyak mentah (crude oil), dan gasoline.

Selain itu, Indonesia juga menawarkan untuk membeli produk agrikultur seperti gandum, kedelai, dan susu kedelai dari AS.

Baca Juga: Trump Ingin Gaza Jadi Riviera Timur Tengah: Reaksi Dunia, Kecaman dan Penolakan

Halaman:

Tags

Terkini