Thailand dan Kamboja Capai Kesepakatan Gencatan Senjata, Malaysia Jadi Mediator Utama

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 30 Juli 2025 | 09:46 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim (Tengah) bersama Plt Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai (Kanan) dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (Kiri) dalam rundingan gencatan senjata pada Senin, 28 Juli 2025. (Instagram/anwaribrahim_my)
PM Malaysia Anwar Ibrahim (Tengah) bersama Plt Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai (Kanan) dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (Kiri) dalam rundingan gencatan senjata pada Senin, 28 Juli 2025. (Instagram/anwaribrahim_my)

TITIKTEMU.CO - Pembicaraan penting terkait konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja digelar di Putrajaya, Malaysia, pada Senin, 28 Juli 2025. Pertemuan ini dimediasi langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang berperan sebagai juru damai antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.

Pelaksana tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, hadir bersama jajaran delegasi mereka dalam pertemuan yang dimulai pukul 15.00 waktu setempat.

Baca Juga: Justin Hubner Resmi Gabung Fortuna Sittard, Siap Unjuk Gigi di Liga Belanda

Melalui akun Instagram pribadinya, Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa perundingan menghasilkan kesepakatan penting: gencatan senjata akan berlaku mulai tengah malam hari itu.

“Alhamdulillah, dua negara sahabat dari ASEAN—Thailand dan Kamboja—sepakat menyelesaikan konflik melalui gencatan senjata yang berlaku mulai tengah malam ini,” tulis Anwar dalam unggahannya, Senin, 28 Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini mencerminkan kekuatan diplomasi di kawasan Asia Tenggara, khususnya peran ASEAN dalam penyelesaian konflik secara damai.

Baca Juga: Menpora Apresiasi Perjuangan Timnas U-23 Meski Gagal Juara di Final AFF 2025

“Ini adalah bukti nyata dari kekuatan diplomasi ASEAN yang menekankan musyawarah, negosiasi, dan nilai-nilai kemanusiaan,” lanjut Anwar.

Dalam proses perundingan damai ini, Malaysia tak hanya bertindak sebagai mediator, tetapi juga menjadi tuan rumah sekaligus saksi penting dari momen bersejarah yang memperlihatkan solidaritas ASEAN dalam meredam konflik.

Selain itu, Anwar juga menyampaikan penghargaan terhadap peran aktif yang dimainkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam mendukung terwujudnya perdamaian.

Baca Juga: Cincin Ria Ricis Jadi Sorotan, Oki Setiana Dewi Buka Suara di Tengah Isu Kedekatan dengan Evan DC

Sebelumnya, konflik bersenjata yang terjadi di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja telah menimbulkan korban jiwa dan krisis kemanusiaan. Setidaknya 35 orang tewas dan lebih dari 200.000 warga terpaksa mengungsi akibat pertempuran yang berlangsung sejak Kamis, 24 Juli 2025.

Pertempuran yang memasuki hari kelima ini memaksa Thailand untuk menerapkan status darurat militer, bersamaan dengan berlangsungnya negosiasi untuk menghentikan aksi saling serang.

Dengan tercapainya gencatan senjata ini, diharapkan kedua negara dapat melanjutkan dialog damai dan menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: Instagram @anwaribrahim_my

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X