Jangan Ngaku Remaja Milenial Kalau Gak Paham Istilah E-Girl dan E-Boy

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Senin, 30 Agustus 2021 | 08:12 WIB
Avril Lavigne dianggap sebagai  (Pic. Wikipedia)
Avril Lavigne dianggap sebagai (Pic. Wikipedia)

TITIKTEMU.CO

 Istilah E-Girl dan E-Boy mungkin masih asing di telinga awam. Tetapi untuk kalangan milenial, istilah ini cukup dikenal. Akun instagram Kominfo menulis e-girl dan e-boy sebagai sosok persona digital yang tampil gaya di dunia maya, baik media sosial, game online, maupun yang lainnya.

Dikutip dari Wikipedia, E-girls dan e-boys secara kolektif dikenal sebagai e-kids, adalah subkultur anak muda yang muncul pada akhir 2010-an dan secara eksklusif berekspresi di media sosial. Di antaranya (paling populer) melalui aplikasi berbagi video TikTok yang cenderung genit, seperti lidah yang menggulung atau menjulur (ahegao), dan seringkali secara terang-terangan bersifat seksual.

Menurut Business Insider, istilah E-girl dan E-boys tidak spesifik gender, melainkan mengacu pada dua gaya mode terpisah. Jika e-boy adalah 'softboi' yang rentan dan menganut budaya skate, e-girl itu imut dan menampakkan sebuah kepolosan.

 

SEJARAH

Istilah "e-girl" dan "e-boy" berasal dari "electronic boy" dan "electronic girl", karena hubungannya dengan internet. Istilah "E-girl" pertama kali digunakan, pada akhir 2000-an, sebagai penghinaan objektif terhadap wanita yang dianggap mencari perhatian pria secara online.

Menurut sebuah artikel di Business Insider, contoh awal e-girls ditemukan di Tumblr, dengan Vice Media menyatakan bahwa subkultur berevolusi dari budaya emo dan adegan sebelumnya. Penulis Vox Rebecca Jennings malah menyebut estetika Tumblr sebagai pendahulu subkultur, karena tidak memiliki aspek imut yang akan mendefinisikan rambut dan riasan e-girl.

Avril Lavigne dianggap sebagai "e-girl asli" karena gayanya yang halus dalam mode alternatif, kontras dengan norma-norma arus utama pada waktu itu dan ketertarikannya pada budaya kawaii. Selain itu, karakter fiksi seperti Ramona Flowers, Harley Quinn dan Sailor Moon berpengaruh pada perkembangan subkultur.

Pada akhir 2010-an, e-boys mengambil jalur popularitas sendiri terpisah dari e-girl.  E-boy generasi awal, sebut saja Rapper Emo Lil Peep.  The New York Post menggambarkan Emo sebagai "santo musik pelindung e-land".

Rapper emo Lil Peep dianggap berpengaruh pada perkembangan sub kultural
Rapper emo Lil Peep dianggap berpengaruh pada perkembangan sub kultural ({ic. Wikipedia)

E-boys juga memanfaatkan "estetika soft-boy" dengan menampilkan diri mereka sebagai orang yang sensitif dan rentan. Menurut Brown Daily Herald, hal ini disebabkan transformasi daya tarik pria ideal dari maskulin tradisional menjadi introvert, pemalu, kerentanan emosional, dan androgini.

 

Kemunculan istilah (sub kultural) e-girl dan e-boyss dimulai pada 2018, setelah rilis aplikasi TikTok di seluruh dunia. Platform media sosial lainnya pun mengikuti, di mana orang akan mengunggah video "merubah" menjadi e-boy atau e-girl. Subkultur ini terus tumbuh menonjol hingga tahun 2020, ketika Vogue menerbitkan sebuah artikel yang menampilkan Doja Cat membahas tata rias dan gaya e-girl.  Sejumlah selebriti terkenal-pun mulai mengadopsi gaya rambut belang-belang yang dikaitkan dengan e-girls, termasuk sosialita Amerika Kylie Jenner dan penyanyi Kosovar-Inggris Dua Lipa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X