TITIKTEMU.CO
Banyak sekali mitos yang salah kaprah tentang keperawanan. Salah satu mitos yang populer itu tentang selaput dara yang robek, dan darah keluar saat malam pertama. Padahal, secara ilmiah hal ini sulit dibuktikan kebenaranannya.
Ingat, keperawanan seorang perempuan tidak bisa selalu dihubungkan dengan selaput dara. Apalagi hanya dari darah yang keluar saat malam pertama. Banyak fakta lain yang lebih penting untuk diketahui mengenai selaput dara.
Nah, biar tidak salah lagi, coba simak fakta dan mitos tentang keperawanan berikut ini:
Baca Juga: Hadapi Pandemi, Ini 7 MakananSehat untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Selaput dara rapat artinya masih perawan
Selaput dara itu tidak benar-benar tertutup. Dalam kondisi normal, selaput dara memiliki lubang berbentuk seperti bulan sabit. Selaput dara yang terlalu rapat bisa jadi menandakan adanya kelainan.
Pasalnya, selaput dara yang tertutup seluruhnya justru bagi keluarnya darah menstruasi. Kondisi seperti ini biasanya membuat perempuan sakit punggung dan perut.
Pertama kali berhubungan seks pasti berdarah
Ini adalah mitos. Jelas ini adalah mitos. Tidak semua perempuan pasti berdarah saat melakukan hubungan di malam pertama. Mitos ini harus diluruskan.
Perdarahan bisa saja terjadi, namun ini hanya terjadi pada wanita yang bukaan selaput daranya terlalu kecil. Selaput dara merupakan organ elastis sehingga meski ada penetrasi ke kemaluan, bisa saja tidak robek dan berdarah.
Baca Juga: Awas, Salah Olah Bahan Makanan Bisa Membuat Keracunan
Selaput dara robek saat berhubungan seksual artinya sudah tidak perawan
Ini adalah fakta. Ya, seorang perempuan sudah tidak perawan jika pernah berhubungan intim. Namun, jangan dibalik bahwa perempuan yang selaput daranya berarti sudah tiodak perawan. Sebab, bisa jadi selaput dara robek akibat aktivitas fisik, misalnya olahraga.