TITIKTEMU.CO, QATAR - Budaya menjaga kebersihan orang Jepang memang sudah ditanamkan sejak mereka masih di Sekolah Dasar. Di sekolah, siswa Jepang wajib membersihkan kelas mereka sendiri sebagai aktivitas rutin. Jadi, ketika kamu mengunjungi Jepang, jangan kaget jika kamu tidak akan menemukan satu sampah pun di jalanan.
Orang Jepang tidak akan membuang sampah sembarangan karena mereka akan membawa sampahnya ke rumah jika tidak menemukan tempat sampah di jalan.
Inilah bukti dari hebatnya budaya kebersihan ala masyarakat Jepang yang memegang prinsip bahwa sampah tidak bisa dibuang disembarang tempat.
Bagi orang Jepang, kebersihan bukan hanya tentang diri sendiri, namun juga tentang segala sesuatu yang berada di sekitar dan telah menjadi bagian dari kehidupan. Dengan saling bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan sekitar, maka masing-masing individu akan merasakan tanggung jawab yang sama dalam membudayakan gaya hidup yang bersih dan sehat.
Seperti video yang baru-baru ini beredar di media sosial. Dalam Video tersebut terlihat aksi terpuji suporter Jepang saat pembukaan piala dunia Tahun 2022.
Ada momen mengagumkan yang diperlihatkan suporter Jepang di Piala Dunia saat suporter Timnas Jepang bergotong-royong memungut sampah yang berserakan di Tribun Stadion Al Bayt
Dalam video yang dirilis Omar Farooq salah satu artis asal Bahrain, suporter Timnas Jepang tampak sudah membawa trash bag atau kantung sampah sendiri.
Omar Farooq menjadi saksi bagaimana suporter Timnas Jepang membersihkan sampah di laga pembukaan Piala Dunia Tahun 2022.
Baca Juga: Swiss Ditantang Kamerun dalam Ambisinya Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia Qatar 2022
Suporter Timnas Jepang memang sangat terkenal mencintai kebersihan dan ikut membantu membersihkan sampah setelah menyaksikan pertandingan diberbagai event.
Tindakan mereka viral di media sosial karena dianggap telah membantu untuk menciptakan kenyamanan dan kebersihan di Piala Dunia Tahun 2022. Ini bukan pertama kalinya mereka tersorot sedang membersihkan sampah di tribun. Mereka melakukannya karena memang sudah menjadi bagian dari budaya hidup bersih di Jepang.***