Aglonema mampu menghilangkan polutan karbon monoksida, benzene, formalin, formaldehida, dan trikloroetilen.
Namun jika Anda memelihara hewan seperti anjing atau kucing, sebaiknya letakkan tanaman ini pada posisi tinggi dalam ruangan. Sebab jika tergigit atau tertelan, dapat ini meracuni teman bulu Anda.
Baca Juga: Punya Kanker dan Diabetes? Dr Zaidul Akbar: Daun Kelor Obatnya!
- Lidah mertua
Lidah mertua dikenal juga dengan Sanseivera, dapat tumbuh di dalam ruangan karena tidak memerlukan banyak air dan matahari tanaman.
Daya tumbuh tanaman ini sangat tinggi dan ketahanan terhadap kekeringan juga sangat baik. Selain itu, tanaman ini juga sangat bait untuk membuat udara menjadi segar dan bebas dari polutan.
Lidah mertua efektif dalam menyerap berbagai racun seperti karbon monoksida, dioksin. Bahkan lima helai tanaman ini mampu menyerap racun hingga 100 meter persegi.
Selain itu, tanaman lidah mertua juga efektif dalam membuang racun berupa benzena, xylene, trikloroetilen, dan formaldehida.
- Sirih gading
Tidak dapat dipungkiri jika di dalam rumah terdapat endapan residu berbahaya yang dihasilkan oleh cat dinding, cat kayu, dan peralatan elektronik
Tanaman sirih gading dipercaya untuk menyerap racun, dan berbagai polutan lainnya. Bahkan sirih gading dapat mengolah racun menjadi pasokan oksigen segar dan membantu mengatasi permasalahan pernafasan.
- Bunga Lily (Peace Lily)
Peace Lily atau Spathiphyllum yang lebih dikenal sebagai Bunga Lily banyak terdapat di daerah tropis seperti Asia Tenggara.
Tanaman ini memiliki bunga putih yang indah dan bermanfaat pengurangan zat berbahaya, seperti kloroform, etanol, aseton.
Baca Juga: Antisipasi Omicron, Pemerintah Siapkan 120 Ribu Tempat Tidur Rumah Sakit di Seluruh Indonesia