Tren ini semakin populer setelah banyak tokoh bisnis, selebritas, hingga pendiri perusahaan teknologi tampil dengan gaya yang sederhana tetapi tetap elegan.
Baca Juga: Kenapa 'Healing' Jadi Kata Paling Overused tapi Paling Tidak Dipahami?
Kesederhanaan Kini Menjadi Simbol Baru
Punya Waktu Lebih Berharga daripada Punya Barang
Bagi banyak generasi kaya baru, memiliki waktu luang dianggap lebih prestisius daripada memiliki koleksi barang mewah.
Mereka lebih memilih bekerja secara fleksibel, bepergian tanpa jadwal padat, atau menikmati akhir pekan tanpa harus terus menunjukkan pencapaian di media sosial.
Pengalaman Lebih Penting daripada Koleksi
Berbagai survei menunjukkan bahwa kelompok berpenghasilan tinggi semakin banyak mengalokasikan pengeluaran untuk pengalaman, seperti perjalanan, pendidikan, kesehatan, dan hobi, dibanding sekadar membeli barang mewah.
Pengalaman dianggap memberi nilai jangka panjang sekaligus memperkaya kualitas hidup.
Pengaruh Media Sosial yang Berubah
Media sosial juga ikut mengubah cara orang membangun citra diri.
Jika beberapa tahun lalu unggahan barang mewah menjadi pusat perhatian, kini banyak pengguna justru lebih menghargai konten yang terasa autentik.
Rumah yang nyaman, rutinitas sederhana, atau gaya hidup minimalis sering memperoleh respons yang lebih positif daripada kemewahan yang terlihat berlebihan.