Mereka hidup dekat dengan komunitas, menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi, serta memahami bahwa tidak semua hal harus dilakukan dengan tergesa-gesa.
Jadi sebelum menganggap slow living sebagai tren sesaat, mungkin ada baiknya melihat bagaimana beberapa kota di Indonesia telah mempraktikkannya selama puluhan tahun. Bukan sebagai strategi hidup modern, melainkan sebagai bagian dari budaya sehari-hari.***