Jika tanda-tanda ini belum muncul, menunda bukan berarti gagal—justru itu keputusan yang bijak.
Rasa Bersalah Itu Wajar, Tapi Tidak Perlu
Banyak orang tua merasa bersalah karena membandingkan anaknya dengan anak lain.
Apalagi di era media sosial, di mana milestone sering terlihat seperti pencapaian yang harus dirayakan secepat mungkin.
Padahal, menurut data yang sama, mayoritas orang tua sebenarnya tidak mengikuti tekanan sosial. Mereka menunggu momen yang tepat—dan hasilnya justru lebih efektif.
Jadi jika kamu belum mulai, bukan berarti kamu tertinggal. Bisa jadi, kamu justru sedang melakukan hal yang benar.
Baca Juga: UU PPRT Resmi Berlaku: Upah, Jam Kerja, hingga Hak Ibadah Pekerja Rumah Tangga Kini Diatur Negara
Kapan Harus Mulai?
Alih-alih bertanya “apakah saya terlambat?”, mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah:
“Apakah anak saya sudah siap?”
Jika jawabannya belum, beri waktu.
Jika sudah mulai menunjukkan tanda, kamu bisa memulainya secara perlahan, tanpa tekanan.
Mulai dari hal sederhana:
- Mengenalkan toilet sebagai rutinitas
- Menggunakan potty chair
- Memberi pujian kecil saat anak mencoba
- Tidak perlu langsung sempurna.
- Potty training adalah proses, bukan momen instan.
Intinya: Ikuti Anakmu, Bukan Angka
Data 54% memang menarik, tapi bukan patokan mutlak.
Yang lebih penting adalah memahami bahwa setiap anak berkembang dengan cara yang unik.