gaya-hidup

Self-Care Viral TikTok vs Self-Care Nyata: Kenapa Kamu Tetap Lelah Meski Sudah Me Time?

Senin, 27 April 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi Self-care viral tak selalu efektif. (Desain AI)
  • Menetapkan batasan (boundaries) dengan orang lain
  • Tidur cukup meski harus mengurangi screen time
  • Menghadapi emosi, bukan menghindarinya
  • Berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog
  • Mengatur ulang prioritas hidup

Ini adalah bentuk “structural self-care”—perawatan diri yang mengubah fondasi hidup, bukan sekadar memberi jeda sesaat.

Baca Juga: KKV Resmi Masuk Indonesia: Ritel Lifestyle Viral Ini Siap Buka 10 Toko dan Serbu Pasar Anak Muda

Penelitian dalam bidang kesehatan mental menunjukkan bahwa kualitas tidur, hubungan sosial yang sehat, dan regulasi emosi memiliki dampak jauh lebih besar terhadap kesejahteraan dibanding aktivitas relaksasi sesaat.

Kenapa Kita Terjebak?

Ada alasan kenapa self-care versi TikTok begitu menarik: mudah, instan, dan memberi ilusi kontrol.

Kita merasa sudah “merawat diri” hanya dengan membeli sesuatu atau melakukan ritual kecil. Padahal, tanpa perubahan mendasar, kita hanya mengulang siklus yang sama: stres → self-care instan → lega sebentar → stres lagi.

Industri wellness pun secara tidak langsung memperkuat pola ini karena lebih mudah menjual produk daripada perubahan perilaku.

Baca Juga: Soft Living Bukan Malas: 8 Kebiasaan Sederhana yang Diam-Diam Bikin Hidup Lebih Waras

Jadi, Harus Pilih yang Mana?

Bukan berarti bubble bath atau skincare itu salah. Aktivitas tersebut tetap bisa jadi bagian dari self-care. Tapi jangan berhenti di sana.

Gunakan self-care ringan sebagai pelengkap, bukan solusi utama.

Mulailah bertanya:

  • Apa yang sebenarnya membuat saya lelah?
  • Apa yang perlu saya ubah, bukan sekadar “ditenangkan”?
  • Apakah saya menghindari masalah dengan self-care?

Self-care yang benar sering kali tidak estetik, tidak viral, dan tidak selalu nyaman. Tapi justru itulah yang bekerja.

Karena pada akhirnya, merawat diri bukan tentang menciptakan momen indah sesaat—melainkan membangun hidup yang tidak perlu terus-menerus “disembuhkan”.

Dan mungkin, itu adalah bentuk self-care paling jujur yang bisa kita lakukan. ***

Halaman:

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB