Menentukan waktu screen time, zona bebas gadget, dan jenis konten yang boleh diakses dapat membantu anak lebih terkontrol.
Baca Juga: Nggak Harus Kaya untuk Bahagia: Cara Sederhana Meningkatkan Kualitas Hidup di 2026
Ketika aturan dibuat secara konsisten, anak akan lebih mudah memahami batasan tanpa merasa dipaksa.
Hal ini juga membantu menciptakan kebiasaan digital yang sehat sejak dini.
Tetap Prioritaskan Dunia Nyata
Di tengah kemajuan teknologi, anak tetap membutuhkan pengalaman nyata untuk berkembang secara optimal.
Baca Juga: Pesan Terakhir Reza Arap untuk Lula Lahfah Bikin Haru: Aku Izin Move On, Tapi Kamu Tetap di Hati
Interaksi dengan keluarga, bermain di luar, dan aktivitas tanpa layar membantu membangun empati, kreativitas, dan keterampilan sosial.
Keseimbangan antara dunia digital dan dunia nyata menjadi faktor penting dalam tumbuh kembang anak.
Tanpa keseimbangan, anak bisa kehilangan kemampuan dasar dalam berinteraksi secara langsung.
Digital parenting di era 2026 bukan tentang menjauhkan anak dari teknologi, tetapi tentang membekali mereka dengan pemahaman, batasan, dan kebiasaan yang tepat sehingga mereka mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.***