Benarkah Roblox akan diblokir di Indonesia 2026? Simak fakta lengkapnya, aturan pembatasan usia, dan dampaknya bagi pengguna anak.
Isu mengenai Roblox akan diblokir di Indonesia 2026 belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak orang tua dan gamer muda merasa cemas jika platform ini benar-benar tidak lagi bisa diakses.
Namun, apakah benar Roblox akan ditutup sepenuhnya? Berikut pembahasan mengenai fakta sebenarnya, kebijakan pemerintah terkait pembatasan usia, dan dampaknya bagi pengguna di Indonesia.
Roblox Tidak Akan Diblokir Total di Indonesia
Kabar bahwa Roblox akan diblokir di Indonesia 2026 sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Pemerintah tidak berencana untuk menutup akses ke platform ini secara total, melainkan hanya menerapkan pembatasan usia bagi pengguna tertentu.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi anak-anak di ruang digital dari risiko yang mungkin timbul. Jadi, pengguna dewasa tetap dapat mengakses Roblox tanpa hambatan sesuai peraturan yang ada.
Kebijakan Pemerintah Terkait Pembatasan Usia
Pembatasan usia pada platform digital, termasuk Roblox, merujuk pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026. Aturan ini merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, yang fokus pada perlindungan anak di dunia digital.
Beberapa poin penting dari kebijakan ini:
- Anak di bawah usia 16 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun di platform tertentu dengan risiko tinggi bagi anak.
- Platform yang termasuk dalam daftar ini antara lain:
- YouTube
- TikTok
- Threads
- X (Twitter)
- Bigo Live
- Roblox
Pemerintah juga memberikan waktu kepada perusahaan teknologi untuk menyesuaikan sistem mereka, termasuk penerapan teknologi verifikasi usia.
Kapan Kebijakan Ini Mulai Berlaku?
Pelaksanaan aturan ini akan dimulai secara bertahap pada 28 Maret 2026. Pemerintah memilih pendekatan bertahap agar penyedia platform memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan sistem verifikasi usia pengguna.
Dalam prosesnya, akun milik pengguna di bawah usia 16 tahun akan dinonaktifkan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing platform. Hal ini dilakukan untuk memberikan transisi yang lebih mudah bagi pengguna dan perusahaan teknologi.
Mengapa Pemerintah Membatasi Akses Roblox?
Langkah pemerintah untuk membatasi akses ke Roblox dan platform digital lainnya didasarkan pada pertimbangan keamanan anak di dunia maya. Beberapa alasan utama kebijakan ini adalah:
- Melindungi anak dari konten berbahaya: Banyak platform digital memiliki potensi menampilkan konten yang tidak sesuai untuk anak-anak.
- Mencegah cyberbullying: Anak-anak lebih rentan menjadi korban pelecehan atau perundungan di dunia maya.
- Mengurangi risiko kecanduan game: Penggunaan platform seperti Roblox tanpa pengawasan dapat memicu kecanduan.
Menurut data dari We Are Social dan Hootsuite (2023), rata-rata pengguna internet di Indonesia menghabiskan lebih dari 8 jam sehari online. Angka ini menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas digital, terutama bagi anak-anak.
Apa Dampaknya Bagi Pengguna Roblox?
Bagi pengguna dewasa, kebijakan ini tidak akan memberikan dampak signifikan karena mereka tetap dapat mengakses Roblox seperti biasa. Namun, bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: