Kesepakatan tersebut juga membuka jalan bagi pengembangan versi digital Khaby Lame berbasis kecerdasan buatan.
Mulai dari wajah, suara, hingga gestur khasnya dapat dimanfaatkan secara terkontrol untuk berbagai kebutuhan komersial.
Tak berhenti di situ, strategi jangka panjangnya mencakup kolaborasi dengan merek premium di sektor kecantikan, parfum, dan fesyen—menciptakan IP bersama yang nilainya bisa terus tumbuh, jauh melampaui tren viral sesaat.
Dari kreator ke pemilik saham pengendali
Menariknya, Khaby Lame tidak sekadar menjadi wajah kampanye. Ia justru diposisikan sebagai pemegang saham pengendali di Rich Sparkle Holdings.
Artinya, ia duduk sebagai bagian dari pengambil keputusan, mengawal langsung infrastruktur bisnis yang dibangun atas namanya sendiri.
Perusahaan menyebut langkah ini bukan sekadar pembelian saham, melainkan perubahan fundamental cara konten digital dikonversi menjadi ekosistem ekonomi global.
Baca Juga: Gunung Turun ke Kampung: Banjir Bandang Slamet Menguruk Permukiman Purbalingga
Rahasia popularitas: diam yang menembus semua bahasa
Nama Khaby Lame melejit berkat video pendek tanpa kata, yang menyindir solusi hidup yang terlalu ribet dengan gestur sederhana.
Tanpa bahasa lisan, kontennya justru menjadi bahasa universal—mudah dipahami lintas budaya dan negara.
Kini, total pengikutnya menembus sekitar 360 juta akun di berbagai platform media sosial.
Angka itu menjadikannya salah satu figur digital paling berpengaruh di dunia—contoh langka kreator yang benar-benar global, bukan sekadar viral lokal.
Kesepakatan ini menjadi penanda bahwa dunia kreator telah masuk babak baru. Pengaruh tak lagi berhenti di layar ponsel, tapi menjelma aset bernilai triliunan rupiah.
Khaby Lame membuktikan bahwa bahkan konten tanpa suara pun bisa berbicara paling keras di meja bisnis global.***