TITIKTEMU.CO - Istilah burnout mungkin sudah akrab di telinga banyak pekerja. Bukan sekadar lelah biasa, burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang membuat seseorang kehilangan motivasi hingga rasa percaya diri dalam bekerja.
Menariknya, banyak orang salah kaprah menganggap burnout sama dengan malas, padahal keduanya berbeda jauh.
Baca Juga: Vampir Ekonomi: Cara Nyeleneh Dennis Snower Mengulik Kebijakan Makro yang Dekat dengan Hidup Kita
Mengapa Burnout Terjadi?
Penyebab burnout sering kali berawal dari tuntutan kerja yang tinggi namun tidak seimbang dengan dukungan atau penghargaan yang didapat.
Jam kerja panjang, target yang tidak realistis, hingga kultur kerja yang toksik bisa jadi pemicu utama.
Tidak jarang, generasi muda—yang sering disebut generasi hustle—menjadi korban karena mereka didorong untuk selalu produktif tanpa jeda.
Baca Juga: Drama Kursi Tiara Andini di Pesawat: Dari Tolak Tukar Seat hingga Sindir Pejabat Punya Kuasa
Tanda-Tanda Burnout
Burnout punya ciri yang cukup jelas. Mulai dari kelelahan ekstrem, sulit konsentrasi, mudah marah, hingga perasaan hampa.
Beberapa orang bahkan mengalami gejala fisik seperti sakit kepala kronis atau gangguan tidur.
Jika dibiarkan, burnout bisa merusak karier sekaligus kesehatan mental.
Baca Juga: Robert Kiyosaki: Dari Pilot Perang Vietnam hingga Guru Kebebasan Finansial Dunia
Cara Mengatasi Burnout