Metode langsung, di mana biji kopi direndam berulang kali dalam pelarut.
Metode tidak langsung, di mana air rendaman kopi dipisahkan dari kafein, lalu air tersebut dikembalikan lagi ke biji kopi untuk menjaga rasa.
Meski terdengar berisiko, lembaga pangan internasional menegaskan bahwa residu pelarut yang tertinggal di biji kopi jumlahnya sangat minim dan aman untuk dikonsumsi.
Metode Karbon Dioksida (CO₂)
Cara ini menggunakan CO₂ bertekanan tinggi untuk menarik kafein dari biji kopi. Proses ini lebih alami dibandingkan pelarut kimia dan mampu menjaga aroma kopi tetap kuat.
Metode Swiss Water Process
Metode ini dianggap paling alami karena hanya menggunakan air. Biji kopi direndam hingga kafein larut, lalu disaring dengan karbon aktif untuk memisahkan kafein. Air bebas kafein kemudian digunakan lagi untuk merendam batch baru biji kopi.
Ketiga metode ini membuat kopi decaf biasanya lebih mahal dibandingkan kopi biasa karena membutuhkan proses tambahan yang rumit.
Apakah Kopi Decaf Benar-Benar Bebas Kafein?
Meski disebut tanpa kafein, f kopi decaf tidak sepenuhnya nol kafein, namun sangat kecil. Sebagai contoh, untuk kafein setara satu cangkir kopi biasa, perlu minum lebih dari sepuluh cangkir kopi decaf.
Bagi orang yang benar sensitif terhadap kafein, bisa mengkonsumsi kopi decaf dengan bijak. Selain itu, kafein yang minim juga tidak akan menimbulkan efek berlebihan seperti gelisah atau susah tidur.
Bagaimana dengan Rasanya?
Banyak orang awalnya ragu mencoba kopi decaf karena khawatir rasanya berbeda dengan kopi biasa. Namun, teknologi pengolahan membuat rasa kopi decaf kini semakin mendekati kopi berkafein.
Perbedaan yang terasa biasanya hanya sedikit lebih ringan pada aroma dan tingkat pahitnya. Beberapa penikmat bahkan menganggap kopi decaf lebih enak karena tidak terlalu kuat di lidah.