TITIKTEMU.CO - Kopi sudah lama menjadi minuman kesukaan banyak orang di berbagai belahan dunia. Rasanya yang khas serta efek menyegarkan kafein membuatnya menjadi minuman favorit.
Namun, tidak semua orang bisa menikmati kopi berkafein tanpa masalah. Ada yang mengalami gangguan tidur, jantung berdebar, atau perut terasa tidak nyaman setelah minum kopi terlalu banyak.
Nah, bagi Anda yang mengalami hal serupa, kopi decaf bisa jadi pilihan yang tepat. Kopi tanpa kafein ini memungkinkan penikmatnya tetap merasakan aroma dan cita rasa kopi, tetapi dengan kadar kafein rendah.
Baca Juga: Jangan Terkecoh, Ini Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta
Apa Itu Kopi Decaf?
Kopi decaf adalah kopi yang sebagian besar kandungan kafeinnya telah dihilangkan. Proses ini dilakukan sebelum biji kopi disangrai, yaitu pada biji kopi hijau.
Dengan teknologi khusus, proses penghilangan kafein dilakukan tanpa merusak karakter asli biji kopi. Itu sebabnya, popularitas kopi decaf semakin meningkat dan mudah ditemukan di berbagai kafe supermarket.
Tapi ingat, meski dinamakan tanpa kafein, kopi decaf tetap mengandung kafein. Hanya saja kadarnya sangat rendah sehingga lebih aman dikonsumsi bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.
Baca Juga: Mengenal Kopi Geisha, Kopi Termahal Primadona Coffee Lover dan Barista
Bagaimana Proses Membuat Kopi Decaf?
Dilansir dari penelitian di University of Queensland, menghilangkan kafein tanpa mengurangi rasa dan aroma kopi bukan hal yang mudah. Dibutuhkan teknik khusus agar cita rasa kopi tetap terjaga.
Ada beberapa metode yang umum digunakan untuk mengurangi kadar kafein pada biji kopi, yaitu:
Metode Pelarut Kimia
Biji kopi hijau dikukus lalu direndam dalam pelarut kimia yang berfungsi mengikat kafein. Ada dua cara yang biasa dipakai: