TITIKTEMU.CO - Apakah kamu pernah mendengar kata "stecu" dan bertanya-tanya apa artinya?
Kata ini belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah muncul dalam lirik lagu yang viral.
Banyak warganet penasaran dengan makna sebenarnya dari istilah yang terdengar unik ini.
Baca Juga: Tanggal 18 April 2025 Libur Apa? Update Daftar Hari Libur Nasional Dan Cuti Bersama Terbaru 2025
Stecu: Istilah Gaul yang Diciptakan oleh Faris Adam
Kata "stecu" ternyata adalah istilah gaul yang diciptakan oleh Faris Adam, seorang kreator konten sekaligus musisi.
Dia memperkenalkan istilah ini melalui lagu yang viral. Menurut Faris, "stecu" adalah akronim dari "stelan cuek", yang berarti memasang sikap acuh tak acuh atau masa bodoh terhadap situasi sekitar.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kreativitas individu dalam menciptakan istilah baru dapat menyebar luas di masyarakat, terutama jika didukung oleh media digital seperti lagu dan platform media sosial.
Baca Juga: Resmi! CPNS dan PPPK 2024 Akhirnya Segera Terima NIP dan SK Pengangkatan
Perspektif Linguistik terhadap Kata "Stecu"
Menanggapi kemunculan istilah ini, Suhandano, Dosen Linguistik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), berpendapat bahwa kata seperti "stecu" bisa dianggap sebagai bagian dari pengayaan kosakata dalam bahasa Indonesia.
Dia menjelaskan bahwa kata tersebut memperkaya cara penutur muda mengekspresikan sikap tertentu dalam percakapan sehari-hari.
"Saya rasa, hadirnya kata seperti stecu yang merupakan akronim dari 'stelan cuek' bisa menjadi tambahan dalam kosakata kita," ungkapnya.
Meskipun saat ini penggunaannya masih terbatas, istilah ini memiliki potensi untuk diterima secara luas, terutama karena lagu yang memuat kata itu telah ditonton jutaan kali.
Tradisi Akronim dalam Bahasa Gaul Indonesia
Penggunaan akronim atau singkatan dalam bahasa gaul sebenarnya bukan hal baru. Sebelum istilah stecu, sudah banyak kata lain yang muncul dengan pola serupa, seperti "mager" (malas gerak), "baper" (bawa perasaan), "julid", dan "kepo". Beberapa dari istilah ini bahkan telah diakui dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karena penggunaannya yang sangat luas.