3. Jangan Langsung Menyerah pada Permintaan
Jika tantrum terjadi karena anak tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan, hindari langsung menyerah.
Memberikan apa yang mereka inginkan hanya akan membuat mereka berpikir bahwa tantrum adalah cara efektif untuk mendapatkan sesuatu.
Baca Juga: Lowongan Kerja Richeese Factory Tahun 2024: Cek Kualifikasi dan Cara Melamar di Sini!
4. Alihkan Perhatian
Anak-anak mudah teralihkan perhatiannya. Cobalah menawarkan sesuatu yang lain, seperti mainan favorit, cerita menarik, atau aktivitas yang mereka sukai.
5. Ajarkan Anak untuk Mengekspresikan Emosi
Jika anak sudah berada dalam kondisi yang tenang maka secara perlahan anak akan mulai bisa mengungkapkan apa yang menjadi alasan ia menjadi tantrum.
Bantu mereka mengenali emosi yang dirasakan, misalnya, "Tadi kamu marah ya, karena tidak bisa main lebih lama?"
Cara mengajarkan anak mengekspresikan emosinya akan mengurangi secara bertahap emosi yang meledak-ledak dengan cara tantrum yang biasa ia lakukan.
6. Beri Pilihan pada Anak
Ketika anak merasa memiliki kendali, mereka cenderung lebih tenang.
Misalnya, jika anak marah karena ingin bermain lebih lama, Anda bisa berkata, "Kamu mau main 5 menit lagi atau langsung mandi sekarang? Pilih, ya."
7. Ciptakan Rutinitas yang Konsisten
Tantrum sering terjadi karena anak merasa lelah atau bingung dengan perubahan mendadak.