Anak-anak mencoba memahami aturan dan batasan yang diberikan oleh orang tua. Ketika mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkan, tantrum bisa menjadi respons alami.
4. Perasaan Tidak Terkendali
Anak sering merasa frustrasi ketika situasi tidak berjalan sesuai harapan mereka, seperti mainan yang tidak berfungsi atau aktivitas yang dihentikan.
5. Kebutuhan Perhatian
Anak mungkin merasa kurang diperhatikan dan menggunakan tantrum sebagai cara untuk menarik perhatian orang tua.
Baca Juga: Mengatur Screen Time: Tips Cerdas untuk Anak yang Tumbuh di Dunia Gadget
Cara Mengatasi Tantrum dengan Pendekatan Positif
Tantrum mungkin tidak bisa sepenuhnya dihindari, tetapi ada beberapa cara efektif untuk mengatasinya dengan pendekatan positif dan penuh empati:
1. Tetap Tenang
Salah satu kunci orang tua dapat mengatasi tantrum anaknya adalah orang tua tetap bersikap tenang.
Jika orang tua ikut marah atau frustrasi, situasi bisa semakin memburuk.
Tarik napas dalam-dalam dan coba kendalikan emosi Anda sebelum merespons anak.
2. Berempati dengan Anak
Cobalah untuk memahami apa yang dirasakan anak. Katakan sesuatu seperti, "Mama tahu kamu sedang marah karena mainannya tidak bisa digunakan.
Itu memang membuat kesal, ya?" Dengan menunjukkan empati, anak merasa dipahami dan perlahan bisa tenang.