gaya-hidup

Tradisi Dandangan , Tradisi Penetapan Awal Pertama Puasa Zaman Sunan Kudus , Yang Kemudian Disebut Isbat Ramadan.

Selasa, 12 Maret 2024 | 08:00 WIB
Tradisi Dandangan bukan sekadar tradisi penyambutan akan datangnya Ramadan (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO, Suasana menarik terlihat saat sembilan orang berpakaian putih lengkap dengan sarung dan udeng-udeng berjalan khusyuk menuju atas Menara Kudus, Jawa Tengah, Senin (11/3) kemarin. Mereka hendak menabuh beduk dan kentongan berukuran besar dalam prosesi Dandangan, tradisi peninggalan Sunan Kudus atau Ja’far Ash-Shodiq.

 
Tradisi Dandangan bukan sekadar tradisi penyambutan akan datangnya Ramadan. Tetapi, ratusan tahun silam, Dandangan ini  merupakan tradisi penetapan awal pertama puasa, yang kemudian disebut isbat Ramadan.
 
Setelah dilakukan isbat, maka keputusan 1 Ramadan ditandai dengan tabuh beduk dengan irama cepat, rancak, atau memunculkan suara “dang, dang, dang, dang”, sehingga kemudian dikenal dengan tradisi Dandangan.
 
Baca Juga: Nabuh Beduk Blandrangan Tradisi Penanda Awal Bulan Puasa Di Kudus
 
Tiap tahun, Dandangan tak pernah putus dilaksanakan oleh masyarakat Kudus. Mulai dengan berziarah ke makam Sunan Kudus, prosesi menabuh beduk, kemudian makan bersama.
 
 
 
Litbang Yayasan Masjid Menara dan Malam Sunan Kudus, Abdul Jalil,  mengatakan, munculnya tradisi Dandangan karena adanya isbat Ramadan yang dilakukan oleh Sunan Kudus.
 
“Saat ini tradisi Dandangan sudah berlangsung sekitar 500 tahun. Jadi, bukan sekadar menyambut datangnya Ramadan, tapi penetapan awal Ramadan,” ujarnya.
 
Dikatakan, Dandangan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), sehingga saat ini menjadi peristiwa budaya yang berimplikasi ekonomi.
 
Baca Juga: Tradisi Dugderan Menyambut Ramadan Ditengah Hujan , Tetap Khusyu
 
“Banyak orang yang berdagang, karena antusias masyarakat yang ingin tahu awal Ramadan melalui tradisi Dandangan ini,” papar Jalil.
 
Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan kajian terhadap sejarah Dandangan. Diakui, Dandangan identik dengan tabuh beduk.
 
“Sehingga kebenarannya bersumber dari histori, bukan mitologi,” tandas Jalil.

Tags

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB