Ketika Idulfitri Jadi Momentum Membangun Semangat Persaudaraan

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Rabu, 10 April 2024 | 10:00 WIB
Ilustrasi makna Idul Fitri (Fabian Athar)
Ilustrasi makna Idul Fitri (Fabian Athar)

TITIKTEMU.CO, Momen Idulfitri menurut Sosiolog UGM, Dr. Andreas Budi Widyanta, S.Sos., M.A., sebagai bagian dari upaya memperkuat kohesi sosial di masyarakat.

Menurut Widyanta, momen mudik lebaran dengan bermaaf-maafan dan berkunjung ke keluarga besar bukan hanya dirayakan oleh umat muslim saja, namun juga oleh umat agama lain. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika jumlah pemudik sekarang ini cukup besar karena kerinduan orang untuk berkumpul kembali dengan saudaranya.

“Idulfitri bisa menjadi momentum bersama untuk memperkuat ikatan solidaritas sosial dan kohesi sosial dan solidaritas sosial,” kata Widyanta.

Jumlah pemudik yang melakukan perjalanan pulang kampung halamannya tahun ini melampaui rekor jumlah pemudik di tahun tahun sebelumnya. Apalagi saat covid mudik tidak bisa dilakukan.  Ada kerinduan bersama bukan hanya umat Islam tapi juga umat yang lain.

Baca Juga: Sumringahnya Peserta Mudik Gratis Bisa Pulang Kampung Halaman Dengan Hemat Dan Selamat

“Kerinduan itu terasa, ada perjumpaan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta kehidupan beragama menjadi kerinduan bersama,” paparnya.

Bagi Widyanta, tradisi mudik bukan hanya perayaan umat muslim saja, sebab sudah ada tradisi di masyarakat kita saat momen lebaran saling kunjung mengunjungi dan saling memaafkan dengan sesepuh serta dengan tetangga sekitar. Oleh karena itu, mudik menurutnya menjadi momentum membangun kebersamaan sosial, menguatkan tali sosial kekeluargaan serta tali kehidupan bersama.

Baca Juga: Mudik Ternyata Baru Dikenal Saat Orde Baru, Kok Bisa?

Idulfitri menurutnya sebagai bentuk untuk merayakan universalitas dari perayaan keragaman menjadi bagian perayaan bersama. Sebab, ada perjumpaan sosial lintas keagamaan, suku, etnis, bahasa, menjadi arena milik bersama membangun semangat kolegial dan kolektif sesama anak bangsa.

“Syawalan adalah momen membangun kekeluargaan yang plural, saling menghargai perbedaan yang ada, memperkuat bangunan bangsa, rumah besar bernama Indonesia,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X