TITIKTEMU.CO, Tak terasa sebentar lagi umat Muslim akan menyambut datangnya hari raya Idul Fitri 1444 H.
Salah satu anjuran pada hari Idul Fitri adalah melaksanakan shalat id yang hukumnya adalah sunnah muakadah.
Berbeda dengan sholat pada umumnya, dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri terdapat seseorang yang bertugas menjadi Bilal.
Namun Bilal dalam sholat Idul Fitri tidak dianjurkan mengumandangkan adzan serta Iqamah.
Lantas, bagaimana dengan bacaan Bilal sholat Idul Fitri? Selengkapnya berikut ini.
1. Ketika shalat akan dimulai hendaknya Bilal mengucapkan
اللهُ أَكْبَرُ × ٧ لَا إلٰهَ إلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ × ٢ الصلاة جامعة
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha ilallaahuwallaahu akbar, Allaahu akbar walillaahilhamdu. Shollu sunnata li’idil fitri rok’ataini jaami’ata rohimakumulloh (2x). Ashshalaata Jami’ah.
Shalatlah sunat ‘Idul Fithri 2 raka’at dengan berjama’ah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian.
2. Shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjama’ah. Setelah shalat selesai Bilal berdiri menghadap jama’ah lalu mengucapkan :
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
يَامَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ. اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُوْرِ، وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ. أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ. إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُم اللهُ, اَنْصِتُوْالَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yaa ma’asyirol muslimiina zumrotal mu’miniina rohimakumulloh. I’lamu anna yaumakum haadzaa yaumu ‘iidil fitri wa yaumus suruuri, wa yaumul maghfuuri. Ahalallahullohulakum fiihitho’amu, wa haroma ‘alaikum fiihis shiyam. Idzaa sho’idal khotiibu ‘alal minbari, anshituu was ma’u wa ati’u rohimakumulloh, anshituu wasma’u wa ati’u rohimakumulloh, anshitu la’alakum turhamun.
Artinya : Wahai sekalian kaum Muslimin dan golongan kaum Mukminin, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian. Ketahuilah sesungguhnya hari kalian ini adalah Hari ‘Idul Fithri (hari kembali suci), hari bahagia dan hari pengampunan. Allah menghalalkan bagi kalian makan pada hari itu dan Allah mengharamkan bagi kalian puasa pada hari itu. Apabila khatib naik ke atas Mimbar, perhatikanlah, dengarkanlah dan taatilah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian (2 x). Perhatikanlah, semoga kalian dirahmati oleh Allah.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَامِنْكَ بِالْخَيْرِوَيَاخَيْرَالنَّاصِ رِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Allohumma sholli ‘ala muhammadin, Allohumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin, Allohumma sholli ‘ala sayiidina wa maulanaa muhammadin, walhamdulillahi robbil ‘alamiin.
Allohumma qowwil Islaam minal muslimiina wal muslimaat, wal mu’miniina wal mu’minaat, al ahyaai minhum wal amwaat, wa yassirhum ‘ala iqoomatid diin, robbihtim lanaa minka bilkhoir, wa yaa khoerin naashiriin birohmatika yaa arhamarrohimiin.
Artinya : Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, kuatkanlah Islam dari orang-orang muslim dan muslimat, orang-orang mukmin dan mukminat, baik yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia. Dan mudahkanlah mereka dalam mendirikan Agama. Wahai Tuhan, akhirilah kami dari Engkau dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmatMu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari yang pengasih.
3. Khatib naik mimbar mengucapkan salam, lalu duduk lagi di kursi mimbar.
Bilal selanjutnya mengucapkan :
اللهُ أَكْبَرْ×٣ لَآإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ، اللهُ أَكْبَرْ وَ ِللهِ الْحَمْدُ
"Allahu Akbar 3x laa ilaaha illallahu Allahu Akbar Allahu Akbar walillahil hamd,"
4. Kemudian, khatib melaksanakan khutbah pertama. Selesai khutbah, khatib duduk sejenak, lalu Bilal membaca shalawat:
اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
"Allāhumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala Ali sayyidina Muhammad,"
5. Selesai duduk, khatib melanjutkan khutbah kedua sampai selesai.***
Artikel Terkait
Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap, Hukum, Waktu Pelaksanaan dan Amalan Sunah Sebelum dan Sesudahnya
Kapan 1 Syawal Idul Fitri 2024? Ini Prediksi Pemerintah, Muhammadiyah dan NU
Khutbah Jumat : Jumat Terakhir bulan Ramadhan, Sempurnakan Puasamu dengan Membayar Zakat Fitrah Sebelum Idul Fitri