Peresensi Ini Beri Bintang 5 untuk Novel “Gadis Kretek” yang Sarat Aroma Cinta

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Kamis, 14 Juli 2022 | 12:53 WIB
Para pemeran serial “Gadis Kretek” sedang membaca skenarionya  (pic/tangkapan layar @flickmagazine)
Para pemeran serial “Gadis Kretek” sedang membaca skenarionya (pic/tangkapan layar @flickmagazine)

Dendam Jeng Yah konon membuat Soeraja sulit mati hingga harus meminta anaknya untuk mencari tahu di mana Jeng Yah.

Kisah cinta Jeng Yah dan Raja menjadi bumbu yang sangat manis dalam Novel Gadis Kretek ini. Sayangnya, kisah ini harus diakhiri dengan kegetiran karena pengkhianatan calon suaminya. Saya sampai ikutan gregetan pas tahu bahwa sausnya dipakai sama persis seperti buatan Jeng Yah.

Ya, pantes aja sih jadi marah banget. Dicuri gitu loh. Ibarat kamu bikin masakan trus dijual. Eh ada orang tahu resep rahasia masakanmu, trus bikin yang sama persis. Kan, nyebelin banget kalau kaya gitu ya.

“Soeraja berhasil membuat kesepakatan sebagai mitra kerja sejajar dengan Pak Djagat, sehingga nama Kretek Djagat bermutasi menjadi Kretek Djagat Raja.” (hlm. 238)

Kisah Jeng Yah ini bikin saya mikir nih, gimana ya kalau misal kita punya bawahan atau buruh yang sangat dipercaya untuk urusan bisnis. Sampai tahu rahasia-rahasia perusahaan. Nah, kaya gitu kan nggak bisa diprediksi, apakah orangnya bakalan loyal sampai mati atau akan berkhianat dengan membuat produk berkualitas sama. Duuh :(

Yang bikin saya gregetan lagi, saat Soeraja sama sekali nggak merasa bersalah telah menggunakan resep rahasia itu tanpa seizin pemiliknya. Ini yang bikin Lebas terkaget setelah tahu fakta ini.

Baca Juga: Menteri Bintang Minta Kasus Pencabulan Santriwati oleh Mas Bechi Segera Dituntaskan!

Yang saya suka dari novel “Gadis Kretek” ini adalah penjabaran kisah Jeng Yah dan keluarganya yang bener-bener deh bikin saya terbengong. Ini tuh detail dan lengkap banget. Pasti risetnya sangat lama dan butuh revisi naskah berkali-kali.

Ada hal-hal yang bikin saya penasaran sama detail di novelGadis Kretek” ini. Misalnya saja, nama kotanya itu kota apa ya? Hanya disebutkan pakai inisial saja, yaitu kota M. Jadi, kota M itu kota apa? Magelang atau Muntilan ya?

Oh iya, ada juga penjual Tionghoa yang masih menjual rokok Kretek Gadis di sudut rumahnya yang sudah tidak terurus. Gambaran tokonya sangat detail. Saya jadi mikir jangan-jangan tokonya beneran ada. Dan ini juga ditemukan oleh penulis saat riset ya? Hehe *cuma nebak aja sih*

Baca Juga: Pelecehan Seksual Suporter Bola Terhadap Jurnalis Liputan6.com di Yogyakarta Tuai Kecaman

Selain itu, isu politik di novelGadis Kretek” ini sangat kental, namun hanya menjadi pemicu dari masalah yang lebih besar. Nggak banyak dijelaskan tentang kerusuhannya kaya gimana. Hanya saja, kejadian saat masa penjajahan Jepang dan saat terjadi pemberontakan PKI, itu menjadi titik terendah hidup Idroes Moeria. Inilah yang bikin saya penasaran, apakah segitu chaosnya ya suasana saat zaman kemerdekaan dan setelahnya. Benar-benar deh, nggak kebayang hidup di zaman itu.

“Lelaki itu, Soeraja. Di balik lebat jenggot dan pakaian kumalnya, tersimpan ketakutan yang amat sangat. Ia sudah melihat kawan yang biasa ia jumpai di markas PKI di Kota M mengambang sebagai sisa manusia di Kali Pepe. Ia memutuskan untuk pergi sejauh-jauhnya. Ia cuma ingin pergi dan tak melibatkan Jeng Yah agar gadis terkasihnya itu bisa tetap hidup.” (hlm. 233)

Penggambaran penulis tentang sejarah bisnis kretek zaman dulu dan suasana saat tiga timeline waktu setiap tokohnya membuat saya terkagum. Detail, rapi, dan sangat sarat makna. Jadi, nggak sia-sia deh baca novel Gadis Kretek ini. Karena saya bisa dapat gambaran gimana kondisi saat penjajahan Jepang dan pasca kemerdekaan Indonesia. 

Baca Juga: Manchester United Hempaskan Liverpool 4-0 di Bangkok Century Cup

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: resensi.ilarizky.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X