Peresensi Ini Beri Bintang 5 untuk Novel “Gadis Kretek” yang Sarat Aroma Cinta

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Kamis, 14 Juli 2022 | 12:53 WIB
Para pemeran serial “Gadis Kretek” sedang membaca skenarionya  (pic/tangkapan layar @flickmagazine)
Para pemeran serial “Gadis Kretek” sedang membaca skenarionya (pic/tangkapan layar @flickmagazine)

Namun, ada sisi lain yang tak terlihat dari kisah romantika pemilik kretek Gadis dengan Raja. Sebuah ambisi untuk memiliki bisnis yang sama dengan Jeng Yah. 

Ya, novel ini makin rumit karena mengisahkan persaingan kretek tiga generasi antara keluarga Idroes Moeria dan Soedjagat.

Bagaimana kisah hidup Jeng Yah yang menjadi ikon Gadis Kretek? Lalu, dapatkah mereka menemukan sosok Jeng Yah seperti titah Romo? Simak di ulasan ini ya!

Baca Juga: Kabar Gembira! Hari ini Telah Lahir Gajah Betina di Pusat Latihan Gajah Padang Sugihan Sumsel

Menurut saya :  novel “Gadis Kretek” karya Ratih Kumala merupakan novel sastra yang saya baca karena rekomendasi mba Lyla. Saya kira bakalan bosenin, ternyata seseru itu kisah hidup Jeng Yah, pemilik Kretek Gadis. 

Novel ini memang berkisah tentang lika-liku bisnis kretek dari zaman penjajahan Jepang, zaman awal kemerdekaan, hingga di masa modern. Jadi, kisah novel “Gadis Kretek” ini menceritakan tiga generasi yang berbeda.

Timeline novel “Gadis Kretek” ini memang sangat panjang dan kisahnya dibuat sangat padat. Namun, saya sangat menikmati alurnya yang menyenangkan dan seru! Buat yang nggak suka rokok seperti saya pun, tetap bisa mencerna novel ini. Meski kata mba Lyla, aroma tembakau terasa di setiap halamannya. Well ya, memang begitu, judulnya saja “Gadis Kretek”.

Baca Juga: IPW Apresiasi Kapolri yang Bentuk Tim Khusus Kasus Penembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Hehehe. Makasih buat rekomendasi novelnya, mba. Hehe. Saya jadi tahu ada novel sastra yang bagus tapi nggak bikin pusing dengan isinya. :D

Kisah “Gadis Kretek” ini mengikuti alur zaman di masa penjajahan Jepang, saat Idroes Muria memulai bisnis kretek yang bersaing dengan sahabatnya sendiri, Soedjagat. Soedjagat punya bisnis kretek bernama Roko Kretek Proklamasi, sedangkan Idroes Moeria punya kretek Merdeka. Persaingan bisnis antara Djagat dengan Idroes Moeria dimulai dari saat keduanya memperebutkan cinta Roemaisa. Namun, yang berhasil menikah dengan Roemaisa adalah Idroes Moeria.

Idroes Moeria menghasilkan uang dari bisnis kretek yang dihasilkannya. Namun, ada satu hal yang menjadi kekhasan kretek Idroes Moeria. Dia punya anak gadis yang melinting sendiri kreteknya menggunakan sari-sari kretek. Setiap kali ada sisa sari kretek, Dasiyah, anak Idroes pun mengumpulkanya, lalu melintingnya hingga menjadi kretek yang lezat dan gurih.

Konon, kretek buatan anak gadisnya pun diperebutkan banyak orang. Apalagi, mereka hanya mampu membuat beberapa bungkus saja, karena bahan bakunya dari saripati kretek yang tersisa di jari tangan Dasiyah saat melinting. Kretek itu diberi nama Kretek Gadis.

Baca Juga: Ini Dia Resensi Novel “Gadis Kretek”. Kisah Pencarian Jeng Yah dan Konflik Bisnis Rokok  

Perseteruan Djagat dan Idroes mulai dari saat mereka mengeluarkan berbagai merk kretek untuk menyaingi satu sama lain. Saya lihatnya kok kaya anak kecil yang saling adu kekuatan untuk menjatuhkan lawan.

Wkwk. Pas ada satu yang bikin Etiket, eh besoknya udah ditiru. Ada lagi merk kretek lain, dibikin tandingannya juga, bahkan namanya mirip satu dengan lainnya. Kretek yang berbeda hanya dari sausnya saja. Inilah yang menjadi cikal bakal perebutan pangsa pasar di masa awal kemerdekaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: resensi.ilarizky.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X