TITIKTEMU.CO - Kabar segar datang untuk para gamer yang sudah lama menunggu Grand Theft Auto VI (GTA 6).
Setelah berbagai rumor beredar, akhirnya ada kepastian langsung dari petinggi Take-Two Interactive terkait salah satu isu paling kontroversial: kehadiran iklan di dalam game.
Strauss Zelnick, Chairman Take-Two Interactive—perusahaan induk Rockstar Games—menegaskan bahwa GTA 6 tidak akan menyisipkan iklan komersial di dalam gameplay.
Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara terbaru di kanal YouTube TGB, sekaligus meredam kekhawatiran komunitas gamer global.
Baca Juga: Siapa yang Meminta Yaqut Jadi Tahanan Rumah? KPK Ungkap Fakta yang Mengejutkan
Menurut Zelnick, memasukkan iklan ke dalam game berbayar adalah langkah yang tidak adil bagi pemain. Ia menilai bahwa pengalaman bermain seharusnya tetap bersih dan imersif, tanpa gangguan promosi yang memecah fokus.
“Sulit membayangkan kami menyisipkan iklan di game yang sudah dibeli dengan harga USD 70 atau bahkan USD 80. Itu tidak terasa adil,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi angin segar, terutama bagi pengguna konsol generasi terbaru seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X.
Pasalnya, banyak gamer khawatir tren monetisasi agresif akan merambah game premium, termasuk melalui iklan pop-up atau sponsor terselubung.
Beberapa tahun terakhir, diskusi soal in-game ads memang semakin panas. Dalam dunia open-world seperti GTA yang mengusung nuansa kota modern, keberadaan billboard atau papan reklame sebenarnya bisa dianggap realistis.
Namun, perbedaan tipis antara elemen dunia game dan iklan komersial menjadi garis yang ingin dijaga ketat oleh Take-Two.
Baca Juga: Visual Keren Tapi Cerita Kosong? Review Jujur Film Pelangi di Mars yang Bikin Ekspektasi Jatuh
Keputusan untuk menolak iklan ini juga menunjukkan komitmen Rockstar dalam menjaga kualitas pengalaman bermain.
GTA dikenal sebagai seri yang mengutamakan storytelling, eksplorasi, dan kebebasan pemain—tanpa distraksi eksternal.