“Kematian” Sabo menanamkan trauma kehilangan yang membuat Ace tumbuh dengan satu keyakinan: lebih baik aku yang terluka daripada orang-orang yang kucintai.
Keyakinan ini kelak menjadi kekuatan sekaligus kutukannya.
Baca Juga: Perkembangan Karakter Sanji: Pria yang Menolak Jadi Mesin Perang di Dunia Bajak Laut One Piece
Api Mera Mera no Mi: Kekuatan yang Tak Pernah Menyembuhkan Luka Batin
Saat Ace memperoleh Mera Mera no Mi, dunia melihatnya sebagai keajaiban: bajak laut muda dengan kekuatan api luar biasa.
Namun bagi Ace, api itu tidak membakar rasa rendah diri di dadanya.
Ia semakin kuat, semakin terkenal, tapi tetap bertanya:
“Apakah aku dihargai karena diriku, atau karena darah Roger?”
Kekuatan Ace membuatnya disegani, tetapi tidak pernah benar-benar membuatnya tenang.
Shirohige: Ayah yang Tidak Meminta Bukti
Semua berubah ketika Ace bertemu Shirohige.
Bukan karena Shirohige kuat, tapi karena ia melakukan sesuatu yang tidak pernah Ace terima sebelumnya: menerima tanpa syarat.
Shirohige tidak peduli Ace anak siapa. Ia tidak meminta kesetiaan sebagai penebusan dosa.
Ia hanya berkata, “Kau adalah anakku.”
Di sinilah Ace akhirnya memahami satu hal penting: