Review Ikatan Darah: Aksi Brutal Indonesia dengan Emosi Keluarga yang Menggigit

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 26 April 2026 | 15:08 WIB
Review Ikatan Darah: Aksi Brutal Indonesia dengan Emosi Keluarga yang Menggigit. (YouTube/Cinema 21)
Review Ikatan Darah: Aksi Brutal Indonesia dengan Emosi Keluarga yang Menggigit. (YouTube/Cinema 21)

TITIKTEMU.CO - Film Ikatan Darah menjadi salah satu rilisan paling dinanti para pecinta film aksi Indonesia. Digarap rumah produksi Iko Uwais, film ini ingin mengikuti kesuksesan The Raid

Tak sekadar menampilkan pertarungan brutal, Ikatan Darah mencoba memberikan warna baru melalui eksplorasi karakter dan konflik emosional.

Film ini tidak hanya bercerita tentang bagaiamana bertahan hidup, tapi juga tentang hubungan keluarga yang diuji dalam situasi ekstrem. Memadukan antara drama dan laga.

Baca Juga: Review Film Michael: Visual Spektakuler, Kisah King of Pop yang Kurang Emosional 

Bertahan Hidup di Tengah Ancaman Mematikan

Cerita film ini berpusat pada Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet pencak silat yang harus mengubur mimpinya akibat cedera serius.

Hidupnya berubah drastis ketika sang kakak, Bilal (Derby Romero), terjerat utang besar kepada kelompok kriminal. Situasi berubah menjadi pelarian penuh bahaya ketika nyawa mereka menjadi target.

Mega pun dipaksa kembali menggunakan kemampuan bela dirinya demi melindungi keluarga. Premis yang sederhana justru menjadi kekuatan utama film ini.

Baca Juga: Hugh Jackman Comeback Lewat Film Komedi Misteri The Sheep Detectives  

Deretan Antagonis yang Penuh Karakter

Salah satu daya tarik terbesar Ikatan Darah terletak pada para tokoh antagonisnya. Di tangan sutradara Sidharta Tata, karakter kriminal tampil lebih dari sekadar musuh biasa.

Ada Primbon yang diperankan Teuku Rifnu Wikana, sosok pemimpin kultus yang kejam dengan aura religius yang mencekam. Karakter ini memberikan nuansa berbeda dalam konflik yang dihadirkan.

Selain itu, ada Macan (Rama Ramadhan), sosok santai namun mematikan. Tingkah lakunya yang absurd justru menciptakan ketegangan tak terduga di setiap kemunculannya.

Baca Juga: Review Film Para Perasuk, Ketika Kerasukan Jadi Perayaan Estetik 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X