Review Film Michael: Visual Spektakuler, Kisah King of Pop yang Kurang Emosional

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 25 April 2026 | 21:30 WIB
Review Film Michael: Visual Spektakuler, Kisah King of Pop yang Kurang Emosional. (Lionstage)
Review Film Michael: Visual Spektakuler, Kisah King of Pop yang Kurang Emosional. (Lionstage)

Sayangnya, di luar panggung, karakter Michael terasa kurang berkembang. Sosoknya digambarkan terlalu lembut dan minim konflik, sehingga sisi manusiawi yang kompleks tidak tergali dengan baik.

Baca Juga: 5 Villain di Serial Spider Noir: Dari Sandman hingga Bos Mafia Silvermane 

Konflik Keluarga yang Kuat, Tapi Terbatas

Karakter ayahnya, Joe Jackson (Colman Domingo), menjadi salah satu elemen paling kuat dalam film ini. Dia digambarkan sebagai sosok keras dan dominan dalam membentuk karier anak-anaknya.

Hubungan ayah dan anak yang penuh tekanan ini sebenarnya memiliki potensi besar untuk digali lebih dalam. Konflik ini menjadi fondasi emosional yang cukup kuat di sepanjang film.

Namun sayangnya, eksplorasi konflik keluarga ini terasa terbatas. Film tidak benar-benar menyelami dampak psikologis yang mungkin dialami Michael akibat pola asuh yang keras tersebut.

Baca Juga: Sedang Tayang di Bioskop, Apa yang Menarik dari Film Mother Mary? 

Visual Musik yang Memukau

Dari segi visual, Michael tampil sangat mengesankan. Film ini berhasil merekonstruksi berbagai momen ikonik, termasuk video klip Thriller, Billie Jean, dan Beat It dengan detail yang memikat.

Adegan-adegan musikal menjadi bagian paling hidup dalam film. Koreografi yang presisi dan produksi yang megah membuat penonton seolah kembali ke era kejayaan Michael Jackson.

Namun di luar momen tersebut, film terasa kehilangan fokus. Banyak karakter pendukung hanya muncul sekilas tanpa perkembangan yang berarti, sehingga cerita terasa kurang utuh.

Baca Juga: Sedang Tayang di Bioskop, Apa yang Menarik dari Film Mother Mary? 

Biopik yang Terlalu Aman

Salah satu kritik terhadap Michael adalah pendekatannya yang terlalu aman. Film ini memilih berhenti di era kejayaan tanpa menyentuh fase kehidupan Michael Jackson yang kontroversial.

Padahal, sisi gelap dan konflik internal justru menjadi bagian penting dalam memahami perjalanan hidup sang legenda. Tanpa itu, cerita terasa tidak lengkap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X