Menurut Kiley, kondisi ini bukan penyakit medis, melainkan masalah psikologis dan emosional yang berkembang akibat pola asuh dan lingkungan sosial sejak masa kanak-kanak.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Hingga 5 Februari 2026, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
“Ayah memegang peran penting dalam membentuk karakter dan kedewasaan anak laki-laki,” ungkap Kiley, dikutip dari The Fifth Medium.
Ia menjelaskan bahwa anak laki-laki membutuhkan figur ayah sebagai sumber disiplin, batasan, dan pembelajaran emosional. Ketidakhadiran emosional seorang ayah dapat memicu masalah kepercayaan diri dan kedewasaan di kemudian hari.
Sebaliknya, anak yang terlalu bergantung pada ibu yang cenderung memanjakan dapat mengalami hambatan dalam membangun kemandirian dan kontrol diri.
Lingkungan Keluarga dan Dampak Psikologis
Dalam riset observasionalnya, Kiley juga menemukan bahwa anak laki-laki yang tumbuh dalam keluarga penuh konflik, rasa dendam, dan saling menyalahkan lebih rentan mengalami sindrom Peter Pan.
Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan di KPK Terkait Kasus Kuota Haji 2024, Tak Ditahan
Ia menyebut, dalam situasi rumah tangga yang tidak sehat, seorang ibu sering kali melakukan kompensasi emosional berlebihan kepada anak, sementara ayah menjadikan anak sebagai penengah konflik rumah tangga.
Pola tersebut pada akhirnya menciptakan tekanan emosional pada anak laki-laki, membuatnya terjebak dalam kondisi psikologis yang belum matang dan terus berusaha menyenangkan orang tua, khususnya sang ayah.***
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Banjir Rob Akhir Januari–Februari 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Banjir Kiriman Kembali Rendam Bidara Cina Jaktim, Air Capai 2 Meter dan Warga Mengungsi
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Sabtu 31 Januari 2026: Berawan hingga Hujan Lebat Berpotensi Petir
Kasus Hogi Minaya Resmi Dihentikan, Pria Asal Sleman Ini Ingin Kembali Jalani Hidup Normal
Longsor Terjang Bantaran Kali Bekasi di Tambun Utara, Enam Rumah Warga Terdampak