Mens Rea ala Pandji: Ketika Kita Tertawa, Lalu Sadar Ternyata Menertawakan Diri Sendiri

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 8 Januari 2026 | 18:53 WIB
Mens Rea ala Pandji: Ketika Komedi, Hukum, dan Politik Bertemu di Panggung Satire. (Netflix)
Mens Rea ala Pandji: Ketika Komedi, Hukum, dan Politik Bertemu di Panggung Satire. (Netflix)

Menurut Pandji, Haris menyarankan agar kritik diawali dengan frasa “menurut keyakinan gue” untuk menegaskan bahwa itu adalah opini, bukan klaim fakta hukum.

Kalimat sederhana ini menjadi semacam tameng, sekaligus sindiran halus tentang sempitnya ruang berekspresi.

Baca Juga: Nonton Jujutsu Kaisen Season 3 Episode 1-2 Sub Indo, Jadwal Tayang & Bocoran Spoiler

Materi Pinggir Jurang 

Materi “pinggir jurang” Pandji juga menyentil Jawa Barat, yang disebutnya punya kecenderungan memilih pemimpin populer dari kalangan artis.

Celetukan ini memicu diskusi luas, namun Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alih-alih defensif, dia menanggapi dengan santai dan terbuka. Dia bahkan mengajak Pandji turun langsung melihat hasil kerja di lapangan.

Respons itu dipuji banyak pihak sebagai contoh kedewasaan politik. Dedi Mulyadi menekankan filosofi Sunda Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, saling mengasah, mengasihi, dan mengasuh. Dia tidak menyerang pembawa pesan, melainkan merangkul kritiknya.

Pada akhirnya, Mens Rea bukan sekadar pertunjukan komedi. Tapi ruang refleksi, tamparan halus, sekaligus latihan kedewasaan berpikir.

Di tengah iklim demokrasi yang kerap panas dan reaktif, Pandji menunjukkan bahwa kritik bisa disampaikan dengan tawa, dan kekuasaan bisa dihadapi tanpa kehilangan nalar.

Dalam dunia yang mudah tersinggung, mungkin inilah bentuk keberanian paling relevan: tertawa, lalu berpikir.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X